UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Nadiem Gelontorkan Dana Hingga Ratusan Miliar Rupiah untuk Kampus Bangun Start Up
unpi/cnnindonesia • Kamis, 27 Mei 2021 14:00 Wib
Nadiem Gelontorkan Dana Hingga Ratusan Miliar Rupiah untuk Kampus Bangun Start Up
Sumber Foto : kemdikbud
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menawarkan bantuan dana hingga ratusan miliar Rupiah untuk perguruan tinggi vokasi yang ingin membangun start up atau perusahaan rintisan bersama industri.

Nadiem menyebutnya dengan dana padanan kamus vokasi atau matching fund.
Dana padanan kampus vokasi atau matching fund vokasi termasuk dalam program Kampus Merdeka Vokasi yang Nadiem luncurkan pada Selasa (25/5).

"Dana padanan kampus vokasi ini besarnya Rp180 miliar," kata Nadiem dalam acara yang disiarkan langsung oleh Youtube Kemendikbud RI.
 Kampus baru bisa memperoleh dana dari Kemendikbudristek jika sudah berhasil mengajak industri untuk bekerja sama.

"Matching fund hanya [diberikan] kalau perguruan tinggi vokasi berhasil menarik dana atau kontribusi dari industri," imbuhnya.

Nadiem menjelaskan, kampus dapat memilih tiga bentuk kegiatan kerja sama dengan industri agar bisa memanfaatkan dana matching fun. Tiga kegiatan itu yakni membentuk pusat riset, melakukan hilirisasi produk atau membangun start up.

"Salah satu pilihannya mendanai start up-start up vokasi, mendanai enterpreneur-entrepreneur yang akan kembangkan bisnis berbasis iptek
 di dalam PTN, PTS vokasi kita melalui pendanaan start up company," lanjutnya.

Mantan pengusaha yang berhasil mendirikan Gojek itu mengatakan program barunya tersebut dikeluarkan dengan tujuan mendorong jiwa kewirausahaan di kampus vokasi.

Jika kampus vokasi berhasil menggaet industri yang berkontribusi dalam bentuk bantuan dana atau barang untuk membentuk start up, Nadiem berjanji Kemendikbudristek akan menggandakan dana yang diberikan industri.

Sementara jika tidak ingin membuat start up, kampus diperbolehkan memanfaatkan dana untuk pengembangan pusat unggulan teknologi bersama industri.

Nadiem mengatakan pihaknya bakal menambahkan anggaran hingga tiga kali lipat dari dana yang diberikan industri untuk pembuatan pusat riset.

Terakhir, kampus juga bisa mengajukan kegiatan hilirisasi produk riset terapan untuk tujuan komersialisasi bersama industri. Kemendikbudristek akan menggandakan dana yang diberikan industri.

Bantuan dana tersebut, kata Nadiem, dapat diterima kampus dengan syarat berhasil menggaet industri untuk melakukan kerja sama atau link and match bersama kampus.

Dalam hal ini, ia mengatakan industri tidak boleh sekadar menandatangani nota kesepahamanan bersama kampus tanpa implementasi dan tujuan yang jelas.

Kampus dan industri harus bisa membuktikan penyusunan kurikulum bersama, partisipasi praktisi industri mengajar di kampus, kewajiban magang bagi mahasiswa, komitmen serapan lulusan mahasiswa, dan bentuk dukungan lainnya.

Nadiem menjelaskan kebijakan ini ia ambil karena mendapati kampus vokasi belum banyak menghasilkan dampak nyata kepada industri. Menurutnya, banyak kampus vokasi belum berorientasi kepada pasar dan hanya terpaku pada riset terapan yang bersifat akademis.

"Padahal ini perguruan tinggi vokasi dan politeknik. Jadi ini enggak masuk akal. Kenapa hasil output-nya paper. Harusnya output-nya inovasi dan terapan di lapangan," tambah dia.
Berita Terkini
Ragam Beasiswa Kuliah yang Perlu Dipahami
Kamis, 16 September 2021 18:34 Wib • unpi/sindonew.com
UNPI RAIH RANGKING 1 LOMBA P4GN BNNK CIANJUR
Kamis, 02 September 2021 17:45 Wib • Humas UNPI
Pemeran U-EXPO2021
Senin, 16 Agustus 2021 21:00 Wib • UNPI/Humas
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Menpora Apresiasi Atlet Indonesia yang Berlaga di Olimpiade Tokyo
unpi/berita satu • Jumat, 30 Juli 2021 12:00 Wib
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Senin, 13 Mei 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Senin, 13 Mei 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Peneliti Indonesia Ciptakan Teknologi  Pengolahan Limbah Medis Covid-19
unpi/antaranews • Senin, 13 Mei 2019 11:00 Wib
Setelah Telkomsel, Smartfren Persiapkan layanan 5G
unpi/antaranews • Senin, 13 Mei 2019 12:00 Wib
Menakar Revolusi Jaringan 5G untuk Warga Kota
unpi/cnnindonesia • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Sosial +
UNPI RAIH RANGKING 1 LOMBA P4GN BNNK CIANJUR
Humas UNPI • Senin, 13 Mei 2019 17:45 Wib
Edukasi Penggunaan Plastik di Hari Bumi 22 April 2021
unpi/cnnindonesia • Senin, 13 Mei 2019 15:00 Wib
Pendidikan +
Ragam Beasiswa Kuliah yang Perlu Dipahami
unpi/sindonew.com • Senin, 13 Mei 2019 18:34 Wib
Pemeran U-EXPO2021
UNPI/Humas • Senin, 13 Mei 2019 21:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris