UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Kemkominfo Siap Hadapi Tantangan Transformasi Digital di Indonesia
unpi/berita satu • Rabu, 17 Maret 2021 14:00 Wib
Kemkominfo Siap Hadapi Tantangan Transformasi Digital di Indonesia
Sumber Foto : pixabay.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus berupaya untuk mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Langkah tersebut, seirama dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail mengatakan, saat ini, di seluruh dunia sedang mengupayakan untuk melakukan transformasi digital. Pasalnya, transformasi digital diyakini bisa memberikan harapan baru untuk survive, terutama di era pandemi Covid-19 saat ini.

"Kalau kita tidak lakukan transformasi digital saat ini, ekonomi nasional kita akan tertinggal. Tetapi harus dilakukan secara seimbang. Di seluruh dunia saat ini sedang mempercepat transformasi digital. Karena transfromasi digital diyakini bisa memberikan harapan baru untuk survive, terutama di era pandemi Covid-19 saat ini,” kata Ismail, melalui webinar yang bertajuk Akselerasi Transformasi Digital dan Making Indonesia 4.0 di Era Pandemi, Senin (15/3/2021).

Menurut Ismail, berdasarkan agenda transfromasi digital yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, Indonesia harus mempercepat transformasi digital, yaitu, pertama, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, seperti penyediaan layanan internet di 12.500 desa/ kelurahan serta titik-titik pelayanan publik.

Kedua, Jokowi meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan peta jalan transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain, pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan peyiaran.

Ketiga, integrasi pusat data nasional dipercepat, lalu kebutuhan SDM digital disiapkan. Indonesia membutuhkan talenta digital kurang lebih 9.000.000 orang untuk 12 tahun ke depan, atau sekitar 600.000 per tahun

Serta, terkait perencanaan transformasi digital, perlu dipersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiyaaan transformasi digital.

"Ini semua dibutuhkan kerja sama dari semua ekosistem dan stakeholder di Tanah Air. Kemkominfo akan berperan sebagai orkestrasi yang akan mendorong percepatan transfromasi digital di Indonesia. Karena, Pak Jokowi meminta ini supaya diselesaikan dalam waktu dua tahun ke depan,” ujar Ismail.

Meski demikian, Ismail mengakui masih banyak tantangan yang harus dikerjakan untuk mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Diantaranya, terkait infrastruktur, karena kualitas harus memadai dan affordable. 

Pembangunan infrastruktur harus ada di mana-mana, dengan kualitasnya harus bagus, minimal 4G dan price harus affordable. Disamping itu Kemkominfo harus bisa mengorkestrasi itu,” ungkap Ismail lebih lanjut.

Kedua, terkait regulasi. Kemkominfo harus berupaya, supaya regulasi yang ada tidak tumpang tindih. Hal itu, supaya memudahkan, agar seluruh ekosistem bisa bersama-sama membangun.

“Sehingga, kita tidak wasting time. Infarastruktur harus bisa sharing, kalau regulasi menghambat, regulasinya harus diperbaiki. Itu sudah kami lakukan di UU Cipta Kerja dan turunannya yang memudahkan sharing tersebut. Sharing tidak pasif lagi, tetapi sampai aktif sharing, bahkan frekeunsi bisa di-sharing. Tetapi tentu ada aturan mainnya. Intinya, regulasi segera dituntaskan, sehingga tidak menjadi hambatan, akan tetapi Justru harus mendorong,” tegas Ismail.

Selanjutnya, bagiamana memanfaatkan data, informasi. Karena di sinilah sebenarnya letak transformasi digital itu. Yaitu ketika Indonesia bisa memanfaatkan data dan informasi, Berarti Indonesia bisa meningkatkan produktifitas.

“Untuk memanfaatkan ini berarti harus ada platform, harus ada cloud dan sebagainya. Ini disiapkan untuk penguasaan pasar di Indonesia. Jangan kita cuma siapkan karpet merah buat perusahaan asing. Jadi ini sangat strategis sekali, yaitu penguasaan data dan informasi,” tutur Ismail.

Lalu, terkait platform dan aplikasi lokal. Kalau dilihat aplikasi sekarang, mayoritas dari asing. "Kita bukan bangsa yang anti asing, tetapi kita juga harus memprioritaskan platofm dan aplikasi lokal. Karena seluruh data itu akan terintegrasi dalam aplikasi ini. Sudah selayaknya kita mempercepat kehadiran platform dan aplikasi lokal,” ungkap Ismail.

Kelima, mempersiapkan SDM digital. Indonesia membutuhkan talenta digital kurang lebih 9.000.000 orang untuk 12 tahun ke depan, atau sekitar 600.000 per tahun.

"Ini tantangan kita bersama. Jelas ini tidak bisa diselesaikan Kemkominfo sendirian, tetapi Kemkominfo harus menjadi orkestra, menjadi dirigen untuk bisa membantu teman-teman di industri untuk ada pada koridor dalam roadmap yang seirama,” tandas Ismail.
Berita Terkini
Akselerasi Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi
Senin, 26 Juli 2021 12:00 Wib • unpi/cnnindonesia
Pencegahan Covid-19 di Klaster Keluarga
Selasa, 29 Juni 2021 12:00 Wib • unpi/infopublik
Tim Mitigasi IDI Dorong Pemerintah Terapkan PSBB Ketat Serentak
Senin, 28 Juni 2021 13:00 Wib • unpi/cnnindonesia
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Setelah Telkomsel, Smartfren Persiapkan layanan 5G
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
Menakar Revolusi Jaringan 5G untuk Warga Kota
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 16:00 Wib
Kemkominfo Siap Hadapi Tantangan Transformasi Digital di Indonesia
unpi/berita satu • Selasa, 23 April 2019 14:00 Wib
Sosial +
Edukasi Penggunaan Plastik di Hari Bumi 22 April 2021
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Selamat hari KORPRI Ke-49
unpi/humas YPYMT • Selasa, 23 April 2019 15:22 Wib
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:06 Wib
Pendidikan +
Akselerasi Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Ekosistem Halal Nasional
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
KPAI Minta Pemerintah Tunda PTM Akibat Lonjakan (Covid - 19)
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 11:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris