UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
unpi/republika.co.id • Rabu, 09 September 2020 13:34 Wib
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
Sumber Foto : safelagoon.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID -- Pengguna media digital di Indonesia masih terjebak sebagai konsumen konten dan informasi yang beredar di dunia maya. Meskipun demikian, kemampuan untuk menggunakan media digital secara kritis mulai tampak terbentuk di berbagai lapisan masyarakat. 

Temuan itu merupakan hasil penelitian nasional yang dilakukan Jaringan Pegiat Literasi digital (Japelidi) selama 2019. Penelitian yang dilakukan di 18 kota dan melibatkan total 2.280 responden ini bertujuan memetakan kompetensi literasi digital yang dimiliki masyarakat pengguna internet di Indonesia. 

Koordinator Riset Nasional Japelidi, Ni Made Ras Amanda, mengatakan riset ini merupakan upaya pemetaan sejauh mana kompetensi masyarakat Indonesia dalam bermedia digital. Pemetaan ini, menurutnya, penting karena saat ini penetrasi Internet di Indonesia semakin meningkat dan perangkat digital sudah bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat. 

“Kemampuan menggunakan perangkat digital semestinya diikuti dengan keterampilan mengelola informasi yang baik. Riset ini bertujuan untuk memetakan keterampilan mana yang sudah dikuasai masyarakat pengguna media digital dan kompetensi mana yang perlu ditingkatkan lebih lanjut,” katanya, Selasa (8/9).

Dalam riset ini, tim Japelidi membagi 10 kompetensi literasi digital ke dalam empat kategori, yaitu keterampilan untuk mengonsumsi informasi secara fungsional, keterampilan mengonsumsi secara kritis, keterampilan prosuming (produksi) fungsional dan keterampilan prosuming kritis. Berdasarkan data yang didapat, nilai tertinggi berada pada keterampilan mengonsumsi secara fungsional. Hal ini berarti sebagian besar masyarakat baru menggunakan media digital sebatas untuk mencari informasi. Sementara skor terendah ada pada keterampilan produksi yang melibatkan keterampilan berpikir kritis. 

“Meskipun lebih rendah, tetapi temuan kami menunjukkan ada sebagian masyarakat yang sudah mampu berpikir kritis baik saat mengonsumsi informasi maupun memproduksi informasi. Yang menarik meskipun keterampilan kritis cenderung ada pada responden dengan tingkat pendidikan tinggi, namun ada sebagian responden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah yang juga memiliki kompetensi kritis yang baik,” papar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Udayana Denpasar ini dalam siaran pers yang diterima Republika.

Sementara itu, berdasarkan tingkat usia pengguna berusia di atas 55 tahun memiliki tingkat literasi yang lebih rendah dibandingkan usia yang lebih muda dan pengguna berusia antara 21-36 memiliki kompetensi literasi yang paling tinggi.  Dari sisi kelompok pekerjaan, pensiunan dan ibu rumah tangga memiliki tingkat literasi yang lebih rendah. Temuan lain yang layak dicatat menurut Manda adalah tidak adanya perbedaan tingkat literasi digital antara responden laki-laki dan perempuan.

“Selain itu, berdasarkan pengeluaran bulanan tingkat literasi digital juga terbilang tidak ada perbedaan,”ujarnya.

Manda menuturkan riset ini menunjukkan bahwa pada akhirnya semua lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi literasi digital. Dia pun berharap masyarakat lebih mampu menggunakan media sosial untuk menyalurkan kreativitas, partisipasi, dan kolaborasi sehingga tidak hanya berperan sebagai konsumen melainkan juga produsen pesan.

Japelidi yang menjadi penyelenggara riset ini merupakan komunitas pegiat literasi digital yang beranggotakan 167 akademisi dari 82 perguruan tinggi yang tersebar di 32 kota di Indonesia, termasuk salah satunya UGM. Dalam Riset Pemetaan Literasi Digital Masyarakat Indonesia ini sebanyak 86 peneliti dari 50 perguruan tinggi di Indonesia ambil bagian. Riset dilakukan di 18 kota yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. 

Koordinator Japelidi , Novi Kurnia, menambahkan riset pemetaan kompetensi literasi digital adalah riset kedua yang dilakukan oleh Japelidi untuk mengetahui kompetensi yang patut diberi perhatian untuk penyusunan program mendatang. Sedangkan riset pertama Japelidi dilakukan pada tahun 2017 untuk memetakan gerakan literasi digital dilihat dari pelaku, kelompok sasaran, program, maupun mitra yang menjadi landasan kerja kolaborasi Japelidi dengan pemangku kepentingan lain.

"Peluncuran hasil riset ini sengaja kami lakukan bertepatan dengan Hari Literasi Dunia. Selain literasi aksara, kami merasa literasi digital menjadi hal yang perlu mendapatkan sorotan agar masyarakat Indonesia semakin dewasa dalam bermedia terutama melalui media digital dan Internet,” kata Dosen Ilmu Komunikasi UGM ini
Berita Terkini
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
Jumat, 25 September 2020 15:11 Wib • unpi/pikiran rakyat
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
Jumat, 25 September 2020 13:39 Wib • unpi/pikiran rakyat
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
Jumat, 18 September 2020 22:00 Wib • unpi/kompas.com
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
unpi/kompas.com • Selasa, 23 April 2019 22:00 Wib
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 13:34 Wib
Peningkatan Transaksi Fintech Jadi Sinyal Baik Pemulihan Ekonomi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:23 Wib
Sosial +
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:06 Wib
Strategi Komunikasi Pada Masa Krisis
unpi/detik.com • Selasa, 23 April 2019 18:22 Wib
Pendidikan +
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 15:11 Wib
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 13:39 Wib
Kemendikbud sebut terjadi lompatan perguruan tinggi dalam berinovasi
unpi/antaranews.com • Selasa, 23 April 2019 17:03 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris