UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Kamis, 27 Agustus 2020 16:06 Wib
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
Sumber Foto : execed.ecomist.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pakar ilmu sosial National University of Singapore, Prof Kishore Mahbubani, menyebut bahwa keilmuan sosial yang didasarkan pada konsep serta norma Barat tidak lagi relevan pada era saat ini. Pada abad ke-21 yang ia sebut sebagai Abad Asia, ilmuwan sosial Asia harus memiliki cara pikir yang baru untuk dapat memahami zaman yang terus berubah secara cepat.

"Dunia telah berubah secara fundamental. Tapi masalahnya peta pikiran yang kita punya sebagian besar merupakan peta pikiran Barat dari abad ke-19 dan abad ke-20 yang tidak bisa membimbing kita di abad ke-21," ujarnya dalam Symposium on Social Science 2020: Rethinking the Social World in the 21st Century yang diselenggarakan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM secara daring, Senin (24/8) hingga Selasa (25/8).

Mahbubani, seorang peneliti yang telah menulis berbagai karya yang membawa perspektif Asia di kancah internasional, menyebut bahwa peta kekuatan dunia telah bergeser dari negara Eropa dan Amerika menuju Asia.

Cina, India, dan Jepang, saat ini telah menjadi negara yang unggul di bidang ekonomi, sementara Indonesia sendiri diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dalam beberapa tahun mendatang.

"Indonesia akan mendapat keuntungan besar dari perubahan yang terjadi. Pada tahun 2030 Indonesia akan berada pada urutan ke-9 ekonomi terbesar dunia dan tahun 2050 Indonesia akan berada pada posisi keempat, bahkan lebih besar dari Jepang," paparnya.

Di tengah potensi tersebut, ia menyebut akan bahaya jika negara-negara Asia tetap bergantung pada pemikiran barat untuk memahami apa yang disebut sebagai Abad Asia ini. Ilmuwan bidang sosial, menurutnya, harus menantang ilmu sosial Barat secara fundamental karena perspektif saat ini masih didorong oleh nilai yang sudah tidak relevan bagi Asia.

"Kita di Asia harus masuk ke dalam pikiran kita dan melihat apa yang perlu kita ubah untuk memahami abad ke-21," ucapnya.

Symposium on Social Science tahun ini mengangkat isu perubahan yang dibawa teknologi informasi kepada masyarakat, yang tidak hanya mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi satu dengan yang lain, tetapi juga mengubah natur kekuasaan di dalam masyarakat.

Di tengah perubahan ini, ilmu sosial menghadapi tantangan yang sangat serius, yang jika tidak direspon dengan menyesuaikan pemahaman akan dunia yang dihadapi, maka ilmu sosial akan dihadapkan pada masa depan yang suram.

"Di tengah pandemi yang tengah berlangsung, yang menjadi tantangan luar biasa, sangat krusial untuk membangkitkan semangat kritik ilmiah dan mencari solusi terhadap persoalan yang menjangkit masyarakat moden dan post-modern hari ini," kata Direktur PSSAT UGM, Prof Hermin Indah Wahyuni.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengungkapkan bahwa ilmuwan sosial, dalam beragam disiplinnya, harus terus berupaya memahami, merefleksikan, memikirkan ulang, dan secara kritis menganalisis dunia sosial. Hal ini terutama menjadi relevan di tengah situasi pandemi global yang telah dan masih akan menghadirkan ketidakpastian di tegah masyarakat.

"Kehidupan di abad ke-21 telah dan akan terus diisi dengan situasi yang baru dan berbeda. Di dunia pasca pandemi, di mana kita akan eksis berdampingan dengan Covid-19, kita akan terus dipengaruhi oleh ketidakpastian pada skala lokal dan global," kata Rektor.
Berita Terkini
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
Jumat, 25 September 2020 15:11 Wib • unpi/pikiran rakyat
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
Jumat, 25 September 2020 13:39 Wib • unpi/pikiran rakyat
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
Jumat, 18 September 2020 22:00 Wib • unpi/kompas.com
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
unpi/kompas.com • Selasa, 23 April 2019 22:00 Wib
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 13:34 Wib
Peningkatan Transaksi Fintech Jadi Sinyal Baik Pemulihan Ekonomi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:23 Wib
Sosial +
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:06 Wib
Strategi Komunikasi Pada Masa Krisis
unpi/detik.com • Selasa, 23 April 2019 18:22 Wib
Pendidikan +
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 15:11 Wib
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 13:39 Wib
Kemendikbud sebut terjadi lompatan perguruan tinggi dalam berinovasi
unpi/antaranews.com • Selasa, 23 April 2019 17:03 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris