UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Meristek: Diperlukan Teknologi Tepat untuk Dukung Perubahan di masa pandemi
unpi/medcom.id • Kamis, 06 Agustus 2020 12:57 Wib
Meristek: Diperlukan Teknologi Tepat untuk Dukung Perubahan di masa pandemi
Sumber Foto :
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro ditengah-tengah hari jadi Telkom University ke-7 mengungkapkan, "Telkom University bisa jadi contoh perguruan tinggi yang berhasil bekerja sama dengan industri yakni, PT. Telkom dan diharapkan bisa terus mengembangkan sayap."
 
"Saya harapkan kolaborasi tersebut tidak hanya dengan PT Telkom tapi bisa dengan seluruh perusahaan telekomunikasi di Indonesia," kata Bambang, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Bambang yang menjadi pembicara kunci dalam online gathering bertajuk 'Indonesia Maju Berbasis Riset dan Inovasi Nasional : Peran Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Industri Nasional' yang digelar Tel-U dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-75 dan sekaligus merayakan ulang tahun Telkom University ketujuh, menjelaskan untuk mencapai visi Indonesia pada 2045 diperlukan inovasi-inovasi terbaik yang berasal dari perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan pihak industri. Telkom University (Tel-U) sudah melakukannya dengan baik.

Ia berharap semakin banyak inovasi baru lahir dalam dunia telekomunikasi. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi negara berbasis inovasi.
 
Bambang menambahkan, dalam masa pandemi ini akan ada banyak perubahan dari berbagai sektor. Makanya, diperlukan teknologi yang tepat untuk mendukung perubahan tersebut. Seperti belanja online, hiburan online, pembayaran digital, supply chain 4.0, teleworking, 3d printing, telemedicine, tele-education dan training, sampai teknologi 5G dan ICT
 
"Dari 10 teknologi tersebut, saya yakin Telkom University bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan selama masa pandemi ini, karena trend itu saat ini sedang terjadi, dan saya percaya dengan kapasitas yang dimiliki Tel-U pasti bisa mencapai itu," ungkapnya.
 
Dalam pemaparannya, ia menjabarkan tentang empat pilar yang harus dipahami tentang riset dan inovasi.

Pertama, riset yang tepat guna. Ia mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan dan di bawah garis kemiskinan. Riset tepat guna ini harus menyasar pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan.
 
Kedua, riset dan inovasi harus memiliki nilai tambah dan komersialisasi. Bambang mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.
 
"Oleh karena itu, kita tidak ingin mengekspor tambang kita secara mentah, kita ingin Indonesia menjadi pemain utama dalam bidang tambang. Karena apabila bahan tambang seperti biji besi kita ekspor secara mentah, kita tidak akan memiliki industri tersebut," tegasnya.
 
Pilar ketiga, yakni menggunakan skill yang dimiliki untuk memanfatkan subtitusi impor. Baik itu alat telekomunikasi, alat kesehatan dan sebagainya. Bambang meyakini akademisi Indonesia itu mampu untuk membuat alat sendiri tidak perlu impor.
 
Pilar keempat, kata Bambang, yakni memiliki teknologi yang maju. "Saya yakin Telkom University sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dengan hasil-hasil riset dan inovasi yang baik mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi yang up to date," jelasnya.
Berita Terkini
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
Jumat, 25 September 2020 15:11 Wib • unpi/pikiran rakyat
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
Jumat, 25 September 2020 13:39 Wib • unpi/pikiran rakyat
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
Jumat, 18 September 2020 22:00 Wib • unpi/kompas.com
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
unpi/kompas.com • Selasa, 23 April 2019 22:00 Wib
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 13:34 Wib
Peningkatan Transaksi Fintech Jadi Sinyal Baik Pemulihan Ekonomi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:23 Wib
Sosial +
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:06 Wib
Strategi Komunikasi Pada Masa Krisis
unpi/detik.com • Selasa, 23 April 2019 18:22 Wib
Pendidikan +
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 15:11 Wib
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 13:39 Wib
Kemendikbud sebut terjadi lompatan perguruan tinggi dalam berinovasi
unpi/antaranews.com • Selasa, 23 April 2019 17:03 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris