UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Matematika Mampu Prediksi Angka Penyebaran Virus Korona
unpi/medcom.id • Jumat, 20 Maret 2020 15:00 Wib
Matematika Mampu Prediksi Angka Penyebaran Virus Korona
Sumber Foto : stem.org.uk
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad), Budi Nurani menyebut, deteksi penyebaran virus Korona atau coronavirus disease (covid-19) dapat diprediksi lewat matematika. Dengan begitu matematika punya peran menanggulangi pandemik tersebut.
 
Bersama tim peneliti dari Kelompok Bidang Keahlian Pemodelan Stokastik Departemen Matematika FMIPA Unpad, Budi telah mencoba mengidentifikasi peluang penyebaran virus korona. Identifikasi ini menggunakan model stokastik.
 
"Model stokastik adalah model yang berkaitan dengan peluang. Kita memandang segala sesuatu di alam itu bersifat acak, contohnya virus Korona begitu datang ke dunia juga acak, tidak pernah tahu siapa yang akan ditulari," ujar Budi dalam siaran pers, Kamis, 19 Maret 2020.

Analisis data pertama dilakukan untuk menentukan peluang keadaan. Pihaknya melihat jumlah penderita setiap hari dengan keadaan diasumsikan konstan dan homogen di seluruh belahan bumi.
 
"Analisis ini menggunakan distribusi stasioner rantai Markov. Dari data yang ada, kita merata-ratakan jumlah penderita Coronavirus per harinya sekitar 2.433 orang. Jumlah rata-rata ini masih diasumsikan bahwa fenomena wabah Coronavirus di setiap negara adalah sama," ungkapnya, dilansir Medcom.id.
 
Data rata-rata itu dihitung distribusi stasioner rantai Markov-nya. Dengan keadaan bahwa kurang dari rata-rata diasumsikan sedikit, sedangkan di atas rata-rata diasumsikan banyak.
 
"Maka diperoleh hasil awal bahwa penderita Coronavirus di bawah rata-rata sebesar 53 persen, sedangkan penderita di atas rata-rata sebesar 47 persen," ujar dia.
 
Menurutnya, hal ini masih menjadi studi awal dan masih harus dilakukan pemodelan terus menerus.
 
Selanjutnya, penghitungan dilakukan untuk menentukan prediksi banyaknya penderita berdasarkan lokasi yang belum tersampel. Hal ini disebabkan, ada sejumlah negara, terutama yang dekat dengan Tiongkok, belum ada informasi terinfeksi virus.
 
Dua negara yang dijadikan sampel dalam identifikasi ini adalah Laos dan Myanmar. Kedua negara itu berdekatan dengan Tiongkok.
 
Budi menjelaskan, dengan asumsi bahwa fenomena penyebaran virus Korona di dunia serba sama, ada kemungkinan wilayah-wilayah yang dekat dengan Tiongkok juga rentan terinfeksi. Proses pencarian prediksi di lokasi tidak tersampel ini menggunakan metode Ordinary Point Kriging.
 
"Hasilnya, diprediksikan bahwa rata-rata ada tiga sampai empat orang yang akan terinfeksi Coronavirus di Laos atau Myanmar. Secara rekomendasi kita berani menyampaikan walaupun masih di atas kertas secara angka. Tetapi ini bisa menjadi suatu peringatan untuk lebih waspada,” kata Budi.
 
Hasil dari dua penghitungan ini masih memerlukan analisis lebih lanjut. Sebab, data yang digunakan masih diasumsikan homogen atau belum heterogen. "Selain itu, kolaborasi penelitian multidisiplin juga sangat diperlukan," tambahnya.
Berita Terkini
200 Relawan Mahasiswa Bantu Tangani Pasien Korona di Wisma Atlet
Kamis, 02 April 2020 10:23 Wib • unpi/medcom.id
Mudik Berpotensi Ubah Masa Puncak Wabah
Rabu, 01 April 2020 13:23 Wib • unpi/medcom.id
Bukti Ilmiah Belum Jadi Pertimbangan Regulasi
Rabu, 01 April 2020 10:40 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Kominfo Buka Kompetisi Buat Video Gim Agar Milenial Betah di Rumah
unpi/katadata.co.id • Selasa, 23 April 2019 10:30 Wib
Pemerintah akan Pasang Aplikasi Lacak Penyebaran Corona
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:00 Wib
Edukasi Covid-19 Bisa Lewat Gawai
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
Sosial +
15 Ribu Mahasiswa Relawan Covid-19 Telah Diturunkan ke Daerah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 09:07 Wib
Mendagri Luncurkan Layanan Administrasi Kependudukan Daring GISA
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Penggantian Istilah Social Distancing jadi Physical Distancing
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:30 Wib
Pendidikan +
Bukti Ilmiah Belum Jadi Pertimbangan Regulasi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:40 Wib
Penerima KIP Kuliah Harus Siap Ambil Peran di 2045
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:30 Wib
Tiga Operator Seluler Gratiskan Kuota Data Belajar Daring
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 10:08 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris