UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Jerman Siap Terima Pekerja Terampil Indonesia
unpi/antaranews • Rabu, 23 Oktober 2019 09:21 Wib
Jerman Siap Terima Pekerja Terampil Indonesia
Sumber Foto : thaiembassy.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Jerman siap menerima pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai pekerja asing yang dapat memenuhi kebutuhan 260.000 sumber daya manusia di berbagai sektor untuk beberapa tahun ke depan.

Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin mengatakan Jerman menyatakan bahwa berdasarkan assesment dalam beberapa tahun ke depan, dibutuhkan sekitar 260.000 pekerja asing dengan alokasi 146.000 diberikan untuk calon pekerja dari negara non-Uni Eropa, mulai dari skilled worker, specialist dan experts.

Keseriusan Jerman untuk mendatangkan pekerja dari Indonesia disampaikan pada saat pertemuan dengan delegasi RI yang dipimpin oleh Sekretaris Utama BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak, dalam Workshop Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan di KBRI Berlin pada Kamis (17/10).

Untuk memenuhi kebutuhan pekerja asing tersebut, Jerman menerapkan mekanisme penempatan dengan skema kerja sama pemerintah (government to government/G to G).

Dalam waktu dekat penandatanganan letter of intent (LoI) dan juga memorandum of understanding (MoU) untuk mengatur mekanisme proses rekrutmen dan penempatan itu akan dilakukan, katanya, dilansir Antaranews.

Sebagai langkah awal, kata Tatang, PMI yang akan dikirim ke Jerman adalah tenaga perawat. Pihak Jerman akan membiayai sepenuhnya proses penempatan, termasuk untuk pelatihan bahasa Jerman selama enam bulan di Indonesia, sebelum dikirim ke Jerman.

Para Calon PMI dalam program ini tidak dikenakan biaya dan ketika calon PMI tersebut tiba di Jerman akan mendapatkan gaji sebesar 2.000 Euro (sekitar Rp32 juta). Setelah lulus recognation test, PMI akan mendapatkan gaji sebesar 2.400 Euro (sekitar Rp38 juta).

"Upaya penempatan pekerja terampil Indonesia ke Jerman ini merupakan peluang besar untuk menembus pasar kerja negara-negara Eropa dan negara maju lainnya," ujar Tatang.

Sejalan dengan Undang-Undang yang baru Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan akan segera lahirnya Badan baru pengganti BNP2TKI, Pemerintah Indonesia akan terus berupaya meningkatkan PMI yang terampil dan profesional, menekan angka PMI low level dan beresiko tinggi, serta mencegah PMI nonprosedural.

"Dengan demikian akan terwujud pekerja migran dan keluarganya yang sejahtera sebagai aset bangsa," katanya.
Berita Terkini
Lebih 50% Anak Indonesia Terpengaruh Iklan Digital dalam Berbelanja
Senin, 09 Desember 2019 13:50 Wib • unpi/antaranews
Robot Gantikan Tugas ASN?
Senin, 09 Desember 2019 12:30 Wib • unpi/republika
Kominfo: Perpustakaan Nasional adalah Jantung Peradaban
Senin, 09 Desember 2019 11:37 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Robot Gantikan Tugas ASN?
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Pakar Keamanan AS: Jaringan 4G Rentan Kena Serangan Siber
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Sosial +
Lebih 50% Anak Indonesia Terpengaruh Iklan Digital dalam Berbelanja
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:50 Wib
Kenapa 12.12 jadi Harbolnas Terpopuler di Indonesia?
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:00 Wib
Lukman Hakim: Toleransi, Buah Moderasi Beragama
unpi/infopublik • Selasa, 23 April 2019 14:02 Wib
Pendidikan +
Kominfo: Perpustakaan Nasional adalah Jantung Peradaban
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:37 Wib
Kini Gelar Tak Lagi Menjamin Kompetensi
unpi/okezone • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Waspada, Ada Serangan Siber yang Bisa Hancurkan Nilai Budaya dan Agama
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 09:01 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris