UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Seharusnya Tidak Ada Lulusan Komunikasi Menganggur
Seharusnya Tidak Ada Lulusan Komunikasi Menganggur
unpi/kompas • Jumat, 11 Oktober 2019 11:08 Wib
Seharusnya Tidak Ada Lulusan Komunikasi Menganggur
Sumber Foto : marketing91.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) pusat Muhammad Sulhan menjelaskan bahwa dalam dunia kerja profesional yang berhubungan dengan ilmu komunikasi, ada perbedaan antara tugas (task) dan pekerjaan (job).

Menurut dia, kesempatan kerja membutuhkan orang yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, di sinilah orang itu akan mendapatkan tugas, tetapi belum tentu dia memperoleh pekerjaan tetap. Tugas yang berkaitan dengan ilmu komunikasi akan selalu ada.

Sebagai contoh, jika suatu perusahaan ingin menjalin hubungan dan membangun relasi yang lebih luas dengan lingkungan di sekitarnya, tentunya dibutuhkan seseorang yang bisa mengerjakan tugas itu. Tidak menganggur "Di lembaga apa pun, tidak mungkin tidak ada orang yang tugasnya mengomunikasikan sesuatu. Selama task-nya itu, pasti perusahaan butuh orang komunikasi," ujar Sulhan, dilansir Kompas.com

Namun, lanjutnya, jika terkait dengan pekerjaan maka dibutuhkan sertifikasi keahlian, itulah yang disebut sebagai kompetensi. Maka dari itu, keberadaan lembaga sertifikasi profesi diperlukan untuk menentukan standar kompetensi tersebut.

Sebab, penentuan kompetensi akan membantu pekerjaan seseorang sebagai ahli dalam konteks profesi yang digelutinya. "Misalnya ahli dalam menata kata, dia pilih jadi wartawan atau di periklanan. Task-nya masuk dalam dunia kerja yang disebut job kompetensi, dihargai sesuai profesionalismenya," imbuhnya.

Sulhan berpendapat, pada dasarnya tidak ada lulusan ilmu komunikasi yang akan menjadi pengangguran karena begitu banyak pekerjaan yang berhubungan dengan itu. Kalaupun ada yang sampai menganggur, pasti orang itu sedang mencari pekerjaan dan akan segera mendapatkannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Fenomena Youtuber Bicara mengenai gaji, menurut dia, bila itu terkait dengan tugas maka tidak ada standar tertentu karena jumlahnya bisa berbeda-beda di setiap lembaga atau perusahaan, tergantung kemampuan keuangan masing-masing.

"Tidak ada gaji khusus untuk itu, tapi orang yang digaji untuk itu ada. Dan kita terjebak memahami karier itu di dunia profesional," ucap Sulhan. Dia pun mencontohkan fenomena kemunculan Youtuber yang makin marak belakangan ini.

Jika ditelaah lebih lanjut, bisa dikatakan tidak ada definisinya dalam dunia profesional. Namun, lingkup pekerjaannya masuk ke bidang hiburan karena dia bertugas menyebarkan konten yang positif sekaligus menghibur masyarakat.

"Jadi kalau berkaitan dengan task ini, tidak ada orang komunikasi dengan segala keahlian jadi penganggur. Kalau dia menggangur berarti hanya ingin mengejar profesinya tadi. Jadi harus dibedakan mana task atau tugas dan job atau pekerjaan," pungkasnya.
Berita Terkini
Mendikbud Berkomitmen Memerdekakan Unit Pendidikan
Selasa, 19 Nopember 2019 13:31 Wib • unpi/republika
Kemendikbud Utamakan Teknologi Digital
Selasa, 19 Nopember 2019 12:30 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Kominfo Luncurkan Program Literasi Privasi dan Keamanan Digital
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 14:40 Wib
Ini Fitur Whatsapp untuk Lindungi Privasi dan Keamanan Data Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Cepat atau Lambat Indonesia Pasti Gunakan PLTN
unpi/kemenristek/BRIN • Selasa, 23 April 2019 09:06 Wib
Sosial +
Pemahaman Dunia Kerja Harus Diberikan Sejak Dini
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 11:00 Wib
Intoleran Akibat Tidak Biasa Berpikir Reflektif
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:09 Wib
Presiden: Pemindahan Ibu Kota Negara Bukan Sekedar Pindah Tempat
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:53 Wib
Pendidikan +
Mendikbud Berkomitmen Memerdekakan Unit Pendidikan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 13:31 Wib
Kemendikbud Utamakan Teknologi Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Mahasiswa Harus Punya Kemampuan Menulis Karya Ilmiah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris