UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Kemendikbud Kuatkan Pendidikan Pancasila
unpi/republika • Kamis, 11 Juli 2019 13:59 Wib
Kemendikbud Kuatkan Pendidikan Pancasila
Sumber Foto : kemdikbud
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Selama ini, pendidikan Pancasila selalu menggunakan metode memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pelajarannya. Proses pembelajaran seperti itu dinilai tidak efektif dan seakan tidak memberikan contoh nyata kepada siswa mengenai penanaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Di lapangan ada masalah yaitu semakin kurang terakomodasinya inti dari pelajaran Pancasila itu sendiri. Sehingga, ada kecenderungan pembelajarannya lebih pada pengetahuan bukan kepada pembentukan sikap dan penanaman Pancasila," kata Muhadjir saat peluncuran program penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak bangsa, di Kantor Kemendikbud, Rabu (10/7).
 
Muhadjir mengatakan, pada aspek afektif di pendidikan Pancasila kurang diberikan penekanan. Artinya dalam pembentukan sikap berdasarkan nilai Pancasila kurang diberikan kepada anak didik. Oleh karena itu, penyempurnaan pendidikan Pancasila perlu dilakukan di sekolah.
 
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap. Pertama adalah menentukan benar atau salah yang dilakukan dalam wilayah logika. Kedua adalah tentang baik dan buruk yaitu dilakukan dalam wilayah etika. Ketiga adalah tentang indah dan buruk, yang menjadi wilayah dari estetika, jelasnya, dilansir Republika.
 
Menurut dia, tidak mungkin melakukan penanaman terhadap tiga hal tadi tanpa menanamkan pengalaman nilai yang betul. "Makanya kunci pertama adalah bagaimana menanamkan nilai pada anak didik baik melalui pemahaman, pengilhaman, atau dorongan dan motivasi," kata Muhadjir.
 
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan sebenarnya ada tiga hal yang selalu menjadi aspek kompetensi dalam pendidikan di Indonesia. Tiga hal tersebut adalah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
 
PPKN dan pelajaran agama menjadi dua mata pelajaran yang bertugas membentuk sikap anak didik sesuai dengan Pancasila. Namun, di lapangan ditemukan masalah terkait cara penyampaian pendidikan Pancasila.
 
"Jadi, persoalan pertama bagaimana menyampaikan, mengimplementasikan kurikulum yang tertulis ke dalam proses belajar di sekolah. Untuk itu, karena persoalannya delivery kita sudah menyiapkan buku bagaimana mengubah pendekatan belajar yang tadinya hanya pengetahuan ke praktik belajar yang membangun watak, sikap dan perilaku," kata Totok.
 
Ia menjelaskan, penyempurnaan pendidikan Pancasila ini bukan memisahkan pelajaran sendiri tentang Pancasila. Namun, pendidikan Pancasila yang tertanam di setiap mata pelajaran dipertegas dan diubah metode pendekatannya yang tadinya hanya memberi pengetahuan, kini menekankan kepada pembentukan sikap.
 
Totok menjelaskan, nantinya pendidikan ini akan diberikan mulai dari PAUD hingga SMP. Pada jenjang pendidikan paling rendah, kata dia, akan lebih banyak diberikan pendidikan mengenai perilaku. Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin sedikit pendidikan perilaku dan diperbanyak mengenai pengetahuan.
 
"Semakin muda, perilakunya lebih banyak. Misalnya anak SD pengetahuannya dikit saja, tapi semakin tua nanti semakin banyak pengetahuannya," kata Totok menjelaskan.
 
Saat ini, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud telah menyiapkan buku pedoman strategi mengajar pendidikan Pancasila. Buku tersebut menjelaskan secara detail dan diharapkan bisa menjadi pedoman para guru. Namun, Totok berharap sekolah dapat mengembangkan pedoman tersebut sehingga tidak perlu terlalu kaku.
Berita Terkini
Gubernur BI Ajak Mahasiswa Adaptasi Digitalisasi Keuangan
Kamis, 06 Agustus 2020 12:00 Wib • unpi / medcom.id
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
Kamis, 06 Agustus 2020 10:00 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Timor Leste Masuk ASEAN 2017
Rabu, 25 Mei 2016 08:00 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Satelit Baru Bakal Diluncurkan Dukung Digitalisasi Pendidikan
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Menristek Berbagi Cara Mengasah Daya Inovasi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:22 Wib
BlackRock, Malware Pencuri Data di Instagram Hingga TikTok
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 10:51 Wib
Sosial +
Perlunya Konsep Dasar Perlindungan Data Pribadi
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 18:00 Wib
AICoSH 2020 Bahas Pengembangan Ilmu Sosial Humaniora
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pendidikan +
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Kemdikbud Gandeng Industri untuk Kembangkan Talenta Digital
unpi/berita satu • Selasa, 23 April 2019 15:06 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris