UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Profesi yang Terancam karena Kemajuan Teknologi
Profesi yang Terancam karena Kemajuan Teknologi
Unpi/BBC • Rabu, 09 Januari 2019 13:22 Wib
Profesi yang Terancam karena Kemajuan Teknologi
Sumber Foto : copperberg.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Apakah pekerjaan Anda membosankan dan dilakukan berulang-ulang? Jika itu yang terjadi maka Anda beralasan untuk menjadi cemas.
 
"Pekerjaan apa pun yang rutin dan dapat ditebak akan dilakukan melalui algoritma matematika dalam lima atau sepuluh tahun lagi," kata manajer keuangan dan pengarang, John Pugliano - paling tidak di negara-negara maju.
 
Pugliano adalah penulis sejumlah buku yang mengejutkan seperti "The Robots are Coming: A Human's Survival Guide to Profiting in the Age of Automation".
 
Daftar profesi yang dipandangnya terancam termasuk beberapa yang sampai sekarang dianggap aman karena memerlukan orang yang sangat berkualifikasi, seperti bidang kesehatan dan hukum.
 
Berbicara kepada BBC News Mundo, Pugliano mengatakan, "Dokter dan pengacara tidak akan musnah. Tetapi lapangan pekerjaan mereka akan berkurang sebagian."
 
Inilah tujuh profesi yang akan terancam teknologi dan sebagian lainnya yang akan bertahan, menurut Pugliano.
 
1. Dokter
 
Ini kemungkinan kedengaran terlalu jauh ke depan karena dokter selalu diperlukan dan lebih dibutuhkan lagi karena kecenderungan dunia saat ini di mana penduduk semakin menua.
 
Tetapi Pugliano yakin bahwa beberapa jenis karier di bidang kesehatan akan terancam karena membaiknya diagnosa penyakit secara otomatis.
 
Meskipun demikian kebutuhan akan dokter dan paramedik di ruang gawat darurat akan berlanjut, di samping juga para spesialis seperti ahli bedah, katanya.
 
2. Pengacara
 
Pugliano percaya akan berkurangnya jumlah pengacara yang menangani pemrosesan dokumen dan pekerjaan rutin di masa depan.
 
Pekerjaan hukum yang kurang memerlukan pengalaman dan spesialisasi kemungkinan akan digantikan dengan perangkat lunak komputer.
 
3. Arsitek
 
Merancang bangunan sederhana sudah bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak.
 
Pugliano yakin di masa depan, hanya arsitek dengan keterampilan kreatif dan artistik yang akan bertahan.
 
4. Akuntan
 
Orang-orang yang mengkhususkan diri pada subjek pajak rumit akan bertahan, kata Pugliano.
 
Sementara yang melakukan pekerjaan pajak rutin akan menghilang karena kurangnya permintaan.
 
5. Pilot pesawat perang
 
Kendaraan udara tanpa pengemudi (UAV) yang dikenal sebagai drone telah menggantikan pilot pada keadaan yang berbahaya dan hal ini akan terus berjalan karena perang akan semakin dilakukan secara otomatis.
 
6. Polisi dan detektif
 
Polisi yang melakukan pengamanan rutin, di samping penyelidik yang tidak terlalu spesialis, telah digantikan sistem teknologi canggih.
 
Meskipun berbagai pekerjaan tersebut tidak akan menghilang, permintaannya akan melemah, kata Pugliano.
 
7. Agen rumah
 
Sama seperti pekerjaan binis eceran lainnya, situs internet yang menghubungkan pembeli dan penjual mengurangi peran agen perumahan.
 
Yang kemungkinan besar akan menghilang adalah manajer menengah yang pekerjaannya memang sudah terancam oleh teknologi secara umum.
 
Pugliano percaya bahwa meskipun sejumlah profesi akan berkurang, kesempatan lain akan muncul.
 
Masa depan sepertinya akan cerah bagi para pengemmbang sistem intelijen buatan, atau algoritma perangkat lunak dan komputer, katanya, di samping teknisi sistem perlindungan dan perbaikan.
 
Pugliano meyakini juga akan ada permintaan bagi pekerjaan tradisional: tukang ledeng, listrik dan bangunan yang terampil kemungkinan besar akan tetap dicari.
Berita Terkini
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
Sabtu, 23 Maret 2019 09:21 Wib • unpi
Bijaklah Menggunakan Fintech
Jumat, 22 Maret 2019 12:56 Wib • unpi/infopublik
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
KPK Buka Call Center 198
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 14:20 Wib
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
unpi • Senin, 20 Agustus 2018 09:21 Wib
Microsoft Windows 7 Tamat Tahun Depan?
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:58 Wib
Kenapa Software Bajakan Sulit Diberantas
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:41 Wib
Sosial +
Bijaklah Menggunakan Fintech
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 12:56 Wib
Bangun Industri Skala Besar, Siapkan Lapangan Kerja untuk Generasi Muda
unpi/kemkominfo • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Sepanjang 2018, Kemkominfo Blokir 961.456 Akun
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 15:10 Wib
Pendidikan +
8,3 Juta Peserta Siap Ikuti UN , 91% Berbasis Komputer
unpi/jpp • Senin, 20 Agustus 2018 08:58 Wib
Perguruan Tinggi Berperan Dalam Pengembangan Arsip
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 11:09 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris