UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Menkeu Ajak Cendikiawan Cari Solusi Masalah Pendidikan
Menkeu Ajak Cendikiawan Cari Solusi Masalah Pendidikan
unpi/antara • Rabu, 15 Agustus 2018 12:24 Wib
Menkeu Ajak Cendikiawan Cari Solusi Masalah Pendidikan
Sumber Foto : cnbc
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajak para cendikiawan untuk mencari solusi masalah pendidikan di Indonesia demi membangun manusia yang unggul.
 
Sri Mulyani saat berbicara di depan diaspora pada acara Simposium Cendikia Kelas Dunia di Jakarta pada Senin mengatakan negara berkewajiban untuk menyisihkan 20 persen dari APBN untuk pendidikan.
 
Meski begitu dia mengakui bahwa penggunaan anggaran masih belum dimanfaatkan secara efisien.
 
"Untuk itu saya harap para insan cendekia yang hadir dalam pertemuan ini menjadi pemikir, mencari solusi bagi indonesia. Saat ini kita dihadapkan pada dunia yang terus bergerak secara cepat," katanya seperti dilansir Antaranews..
 
Pada kesempatan tersebut Sri Mulyani juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antar ilmuwan dalam dan luar negeri. Seorang individu, elatif lebih mudah untuk menjadi pintar.
 
Sedangkan untuk menghasilkan jutaan manusia jenius di suatu bangsa merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama-sama.
 
Sri Mulyani menambahkan, "Para cendekia, ilmuwan diaspora harus menjadi role model dan inspirator, menyelesaikan pekerjaan rumah negara. Seperti infrastruktur yang pembangunannya sedang dikejar saat ini harus dibangun berkelanjutan."
 
Senada dengan Sri Mulyani pada sesi ketiga Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia bagi Indonesia.
 
Beberapa negara yang cakap dalam memanfaatkan para ilmuwan diasporanya adalah Korea Selatan dan Vietnam.
 
Menteri Bambang berpendapat, kedua negara tersebut secara historis hampir sama dengan Indonesia, tetapi mereka mampu menangkap potensi dan peluang ilmuwan diasporanya untuk berkontribusi sehingga mampu meningkatkan ekonominya.
 
"Kualitas manusia menentukan negara maju atau tidak. Indonesia harus mengejar agar pembangunan infrastruktur memberikan nilai tambah maksimal. Riset dan pengembangan juga perlu terus dimajukan," kata Bambang.
 
Pada sesi terakhir pembukaan Simposium Cendikia Kelas DuniaTahun 2018, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Bisar Panjaitan memberikan masukan kepada para ilmuwan diaspiora dan akademisi yang hadir untuk bersama berupaya meningkatkan daya saing Indonesia.
 
Tak hanya itu, Luhut juga menantang para ilmuwan diaspora untuk berani mengembangkan sebuah inovasi yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Berita Terkini
Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Terhindar Dari Korupsi
Jumat, 21 September 2018 15:10 Wib • unpi/infopublik
Mahasiswa Brunei Pelajari Kebijakan Penanganan Kemiskinan di Indonesia
Jumat, 21 September 2018 14:00 Wib • unpi/netralnews
Musuh Kita adalah Kemiskinan dan Ketidakadilan
Jumat, 21 September 2018 12:52 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Syarat Agar Kartu SIM yang Diblokir Bisa Dipakai Lagi
Senin, 16 Oktober 2017 15:00 Wib • glg/cnnindonesia
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
KPU Cianjur Mencatat Angka Partisipasi Pilgub Jabar Meningkat
unpi/antara • Senin, 20 Agustus 2018 09:07 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Mengapa Kita Mudah Mengantuk di Dalam Mobil
unpi/sciencealert • Senin, 20 Agustus 2018 12:20 Wib
IKO, Aplikasi Peramal Usia Biologis Temuan Profesor UI
unpi/kemenristekdikti • Senin, 20 Agustus 2018 14:29 Wib
Pada 2025, Robot akan Gantikan Setengah dari Pekerjaan Manusia
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Sosial +
Cianjur Tidak Dapat Formasi CPNS
unpi/antara • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Perilaku Selektif di Medsos Cegah Penyebaran Hoaks
unpi/antara • Senin, 20 Agustus 2018 15:30 Wib
Generasi Muda Bisa jadi Pionir Pengelolaan Sampah
unpi/antara • Senin, 20 Agustus 2018 14:15 Wib
Pendidikan +
Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Terhindar Dari Korupsi
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 15:10 Wib
Mahasiswa Brunei Pelajari Kebijakan Penanganan Kemiskinan di Indonesia
unpi/netralnews • Senin, 20 Agustus 2018 14:00 Wib
Musuh Kita adalah Kemiskinan dan Ketidakadilan
unpi/republika • Senin, 20 Agustus 2018 12:52 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris