UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Media Sosial Percepat Radikalisasi
Media Sosial Percepat Radikalisasi
unpi/netralnews • 16 May 2018 15:27
Media Sosial Percepat Radikalisasi
Sumber Foto : gilangnetworks
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Media sosial mempercepat radikalisasi karena seseorang dapat terpapar pesan radikal dalam jumlah yang banyak dalam frekuensi tinggi, menurut peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) Solahudin.
 
Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap narapidana terorisme, 85 persen melakukan aksi teror hanya dalam rentang kurang dari satu tahun setelah terpapar radikalisme melalui media sosial.
 
Dalam diskusi Forum Media Barat 9 di Gedung Kominfo Jakarta, Rabu (16/5/2018), Solahudin mengatakan, "Kurang dari setahun dia sudah radikal. Media sosial penting, kalau bicara radikalisasi perannya cukup signifikan."
 
Dibandingkan dengan terpidana terorisme 2002-2012, mereka rata-rata mulai radikal dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun sejak pertama terpapar hingga melakukan aksi terorisme.
 
Kelompok ekstremis, radikal atau teroris di Indonesia, memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk radikalisasi, katanya seperti dilansir netralnews.com.
 
Namun, khusus di Indonesia penggunaan media sosial oleh kelompok tersebut hanya untuk radikalisasi, sementara untuk perekrutan tetap menggunakan metode tatap mata atau pertemuan langsung.
 
Solahudin menambahkan, "Di Indonesia radikalisasi melalui media sosial, proses rekrutmen terjadi offline, tatap muka. Tidak lewat dunia maya proses rekrutmennya."
 
Dari 75 orang narapidana terorisme yang ditemuinya, hanya sembilan persen yang mengatakan bergabung kelompok ekstremis melalui media sosial.
 
Sebagian besar, ujar Solahudin, direkrut melalui forum keagamaan yang sulit dicegah karena di Indonesia mempunyai kebebasan berekspresi dan berorganisasi.
 
Alasan selanjutnya rekrutmen di Indonesia melalui pertemuan langsung adalah kelompok teroris tidak percaya pada proses rekrutmen secara daring karena tidak dapat memastikan kebenaran identitas.
 
Masyarakat pun diimbau untuk melaporkan kepada Kominfo atau langsung kepada platform media sosial apabila menemukan akun atau konten yang berkaitan dengan terorisme dan meresahkan.
Berita Terkini
Jelang Pemilu, Hoaks Kian Subur
22 May 2018 14:03 • unpi/cnnindonesia
Berita Populer
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
01 Feb 2017 14:42 • glg/antara
Olahraga +
Del Piero: Tugas Pesepakbola Satukan Perdamaian
18 May 2018 14:00 • unpi/antara
Atletico Madrid Juara Liga Europa
17 May 2018 12:00 • unpi/cnnindonesia
Politik dan Hukum +
Jelang Pemilu, Hoaks Kian Subur
22 May 2018 14:03 • unpi/cnnindonesia
Mahathir Mohamad Menjadi PM Tertua di Dunia
14 May 2018 13:04 • unpi/bbcindonesia
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Menkominfo: Tingkatkan Hasil Karya Digital
22 May 2018 15:00 • unpi/infopublik
Aplikasi Pengawas Anak Bocor, Ribuan Akun Apple Terekspos
22 May 2018 13:00 • unpi/cnnindonesia
Malware Incar Perangkat Mobile
22 May 2018 09:00 • unpi/antara
Sosial +
Gunung Merapi Kembali Erupsi Freatik
22 May 2018 11:30 • unpi/antara
Pendidikan +
LBH Jakarta: Ujian Nasional Mendidik Kecurangan
21 May 2018 11:24 • unpi/netralnews
Cegah Radikalisme di Dunia Pendidikan
21 May 2018 10:34 • unpi/netralnews
KJRI Jeddah Mewisuda 52 Duta Bahasa Indonesia
18 May 2018 15:05 • unpi/antara

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris