UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Dunia dalam Bahaya Krisis Air Global
glg/cnnindonesia • Jumat, 16 Maret 2018 10:00 Wib
Dunia dalam Bahaya Krisis Air Global
Sumber Foto : biznes.interia.pl
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa dunia dalam bahaya krisis air global. Laporan bersama Bank Dunia dan PBB menyatakan saat ini 40 persen populasi dunia mengalami kelangkaan air.
 
Laporan yang disusun berdasarkan penelitian selama dua tahun tersebut mengatakan 700 juta orang akan menderita akibat kelangkaan air parah pada 2030. Bertajuk "An Agenda for Water Action", dokumen tersebut merupakan kumpulan hasil panel tinggi soal air.
 
Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, dilansir CNNIndonesia, mengatakan, "Ekosistem basis kehidupan - keamanan pangan, keberlanjutan energi, kesehatan masyarakat, pekerjaan, kota - semua terancam karena bagaimana air sekarang dikelola."
 
"Dunia tak bisa lagi mengambil air begitu saja secara cuma-cuma," katanya seperti dilaporkan CBS News, Rabu (14/3).
Beberapa ilmuwan dan penentu kebijakan berpendapat perang abad ke-21 mungkin akan terjadi akibat perebutan air.
 
Koresponden '60 Minutes' Lesley Stahl melaporkan pada 2014 bahwa permintaan air bersih untuk konsumsi dan bercocok tanam meningkat, dan masalah ini semakin parah.
 
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyerukan agar dunia harus mulai bergerak mulai dari sekarang, "Kita harus bergerak mengatasi krisis air global sekarang, Tidak ada pilihan lain," kata Rutte saat mempresentasikan laporan terbaru tersebut.
 
"Solusi inovatif dari pemikir kreatif masa kini dapat menyelamatkan masa depan untuk generasi yang akan datang," kata Rutte menambahkan. Meski begitu, kekurangan air bersih semakin meningkat.
 
"Ada banyak masalah menyangkut air, contohnya kekeringan parah yang disebabkan perubahan iklim, yang sekarang dialami Afrika Timur," kata Dan Shepard, juru bicara Departemen Informasi Publik PBB,  kepada CBS News.
 
"Ada juga kesalahan manajemen air dan infrastruktir yang tidak memadai."
 
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dalam laporan yang dipublikasikan Rabu (14/3) menyerukan agar dunia mengambil kesempatan untuk mengubah situasi saat ini.
 
"Kita punya satu kesempatan, untuk mengubah situasi air, dengan bertindak untuk masa depan yang menjanjikan, dunia yang lebih baik, yang tidak akan melihat tetesan air terakhir," kata Ramaphosa, salah satu pemimpin dunia yang turut mengeluarkan laporan.
 
Cape Town, kota di Afrika Selatan, meski dikelilingi air, bakal menjadi kota besar pertama yang mengalami krisis air. Kota tersebut telah menyiapkan pekan 'Hari Nol', dimana keran-keran air bakal kering. Namun berkat upaya konservatif, otoritas Afrika Selatan menyatakan 'Hari Nol' bisa dicegah setidaknya sampai 2019.
 
Selain Afrika Selatan, Amerika Serikat juga tengah berusaha mengatasi kelangkaan air. Demikian pula Kanada, dimana para ilmuwan telah memperingatkan sejumlah wilayah bakal mengalami krisis air.
Berita Terkini
KUNJUNGAN BALASAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS JAYABAYA  KE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Minggu, 04 Februari 2024 23:20 Wib • HUMAS UNPI
KUNJUNGAN BALASAN UNIVERSITAS PASUNDAN  (UNPAS) BANDUNG KE UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Minggu, 21 Januari 2024 00:22 Wib • Humas UNPI
SAFARI KAMPUS SMA AL – MA’MOEN KE- UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Selasa, 12 Desember 2023 15:00 Wib • Humas UNPI
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Mengenal Perbedaan Pendidikan Akademik, Vokasi dan Profesi
Selasa, 10 Desember 2019 09:01 Wib • unpi/kompas/rencanamu.id
Pentingnya Literasi Digital Bagi Mahasiswa dan Pelajar
Kamis, 21 Juli 2022 16:00 Wib • UNPI/SINDONEWS.COM
Olahraga +
MAHATALA EKSPEDISI 12 PUNCAK GUNUNG DALAM HUT CIANJUR KE-346
Humas YPYMT/UNPI • Rabu, 02 Agustus 2023 19:35 Wib
Menpora Apresiasi Atlet Indonesia yang Berlaga di Olimpiade Tokyo
unpi/berita satu • Jumat, 30 Juli 2021 12:00 Wib
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Politik dan Hukum +
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PERATURAN BAWASLU DAN PRODUK HUKUM NON PERATURAN BAWASLU
HUMAS UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:57 Wib
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Jumat, 14 Juni 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 12:40 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Kisah Terciptanya Bolpoin yang Menoreh Sejarah Dunia Tulis-Menulis
unpi/nationalgeograpi • Jumat, 14 Juni 2019 12:00 Wib
6 Cara Meningkatkan Kecerdasan Menurut Sains
unpi/kompas.com • Jumat, 14 Juni 2019 11:00 Wib
Dengan Memaksimalkan Dunia Digital, Gunakan Media Sosial Jadi Personal Branding
UNPI/REPUBLIKA.CO.ID • Jumat, 14 Juni 2019 16:49 Wib
Sosial +
KOLABORASI KEGIATAN TRAUMA HEALING DAN PSIKOSOSIAL UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR BERSAMA UNIVERSITAS JAYABAYA
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:00 Wib
PENANDATANGANAN MEMORENDUM OF AGREEMENT (MOA) FIKOM UNPI X FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS JAYABAYA
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 18:00 Wib
KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNPI 2022
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:00 Wib
Pendidikan +
KUNJUNGAN BALASAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS JAYABAYA  KE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
HUMAS UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 23:20 Wib
KUNJUNGAN BALASAN UNIVERSITAS PASUNDAN  (UNPAS) BANDUNG KE UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 00:22 Wib
SAFARI KAMPUS SMA AL – MA’MOEN KE- UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 15:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris