UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Indonesia Perlu Kembangkan Keilmuan Nonlinear
unpi/republika • Kamis, 27 Agustus 2020 13:27 Wib
Indonesia Perlu Kembangkan Keilmuan Nonlinear
Sumber Foto : pinterest.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Linearitas dan monodisiplin keilmuan yang dikembangkan di Indonesia selama ini mengakibatkan pola pikir dikotomik. Perkembangan dan perubahan zaman menimbulkan banyak masalah baru bagi manusia sehingga memerlukan perubahan dan inovasi.

Sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia hingga saat ini masih mengembangkan keilmuan yang linear dan monodisiplin. Hal ini menurut Ketua Senat UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Siswanto Masruri, mengakibatkan pola pikir yang dikotomik.

Ia mencontohkan terkait pandemi Covid-19, yang mana penyelesaiannya harus dilakukan dengan multidisiplin ilmu. Permasalahan peradaban kekinian yang begitu komplek juga tidak akan bisa terselesaikan dengan baik jika pendidikan perguruan tinggi masih berkutat pada linieritas keilmuan/tuntutan belajar keilmuan yang linier bagi setiap orang. 

Indonesia perlu mengambil langkah cepat untuk melahirkan kebijakan di bidang pengembangan keilmuan nonlinier agar semua bidang keilmuan bisa saling bergandengan dengan luwes dalam menyelesaikan permasalahan akibat perubahan zaman yang terus terjadi.

Ditambahkan, linearitas keilmuan tentu ada sisi-sisi positifnya. Tapi non linearitas keilmuan dipastikan lebih kaya perspektif. Seperti pada masa Pandemi Covid-19, hampir semua orang dari berbagai bidang ilmu ingin mengetahui wabah ini dalam dunia kesehatan.

Menurut Siswanto saat ini, ilmuwan tidak hanya menemukan teori. Namun juga memberikan contoh konkret penerapan teorinya.

Dengan adanya internet dan teknologi informasi, masyarakat lebih mudah percaya dengan berita dan video yang menyajikan kekonkretan suatu ilmu, meskipun beritanya belum teruji secara keilmuan, sehingga hal ini memberikan sumbangsih pada dunia akademis dan masyarakat luas secara bersamaan.

Sedang Guru Besar UIN Suka Prof Amin Abdullah menjelaskan, di era disrupsi karena revolusi industri 4.0 (digital platform) di negara-negara maju sangat berimbas ke tanah air. Seluruh disiplin keilmuan yang bersifat spesialis berlebihan mengalami disrupsi menghadapi perubahan sosial yang dahsyat akibat revolusi industri. 

Linearitas program studi menjadi mentah atau kadaluarsa, tidak cukup untuk memecahkan permasalahan kehidupan yang semakin kompleks. “Dan spesialisasi keilmuan yang berlebihan adalah jalan yang pasti ke arah kematian dan kepunahan,” kata Prof Amin Abdullah.

Sementara itu Prof. M Mukhtasar Syamsuddin, Guru Besar UGM menjelaskan landasan linieritas bidang keilmuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Surat Edaran Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 696/E.E3/MI/2014 terkait rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi kriteria disiplin ilmu yang dimiliki seorang dosen atau calon dosen. Dan untuk merespon itu semua, perlunya mengembangkan ilmu non linier di masa depan dengan konsep pengembangan ilmu multidisipliner, metadisipliner, Interdisiplinier.

Sedang menurut, Guru Besar Universitas Indonesia, Sulistiyowati Irianto mengatakan, perubahan teknologi dan sains di dunia global berpengaruh terhadap semua bidang kehidupan. Sehingga, menuntut manusia untuk dapat menyesuaikan diri agar tidak tertinggal akan perkembangan zaman yang terus terjadi.
Berita Terkini
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
Jumat, 25 September 2020 15:11 Wib • unpi/pikiran rakyat
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
Jumat, 25 September 2020 13:39 Wib • unpi/pikiran rakyat
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
Jumat, 18 September 2020 22:00 Wib • unpi/kompas.com
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pentingnya Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari
Senin, 25 September 2017 14:00 Wib • glg/infopublik
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Tuntutan Industri 4.0 bagi Pekerja Milenial
unpi/kompas.com • Selasa, 23 April 2019 22:00 Wib
Kemampuan Literasi Digital Masyarakat Mulai Berkembang
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 13:34 Wib
Peningkatan Transaksi Fintech Jadi Sinyal Baik Pemulihan Ekonomi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:23 Wib
Sosial +
 Konsep Ilmu Sosial Barat tak Relevan di Abad ke-21
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:06 Wib
Strategi Komunikasi Pada Masa Krisis
unpi/detik.com • Selasa, 23 April 2019 18:22 Wib
Pendidikan +
Biocommunication dalam Praktik Teknologi Pendidikan
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 15:11 Wib
Pendidikan Wacana di Era Hiperteks
unpi/pikiran rakyat • Selasa, 23 April 2019 13:39 Wib
Kemendikbud sebut terjadi lompatan perguruan tinggi dalam berinovasi
unpi/antaranews.com • Selasa, 23 April 2019 17:03 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris