UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Adopsi Teknologi Pembelajaran Perlu Dipercepat
unpi/medcom.id • Jumat, 26 Juni 2020 11:10 Wib
Adopsi Teknologi Pembelajaran Perlu Dipercepat
Sumber Foto : pbslearningmedia.org
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan, perlu upaya untuk mempercepat adopsi teknologi pembelajaran. Ini guna memaksimalkan kualitas pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
"Perlu adanya upaya untuk mempercepat adopsi teknologi pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran di rumah semakin meningkat," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.
 
Iwan menjelaskan, Kemendikbud melakukan survei secara daring terhadap 38.109 siswa dan 46.547 orang tua pada seluruh jenjang pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia, pada 13-22 Mei 2020. Kemendikbud juga bekerja sama dengan UNICEF dalam melakukan survei melalui layanan sms gratis terhadap 1.098 siswa dan 602 orang tua. Hasil survei, kata dia, sebanyak 96,6 persen siswa belajar sepenuhnya dari rumah.

"Ada sebuah harapan dari survei ini yang bisa kita cermati, yaitu semakin banyaknya siswa yang mulai belajar dari sumber-sumber belajar lain, seperti dari TVRI, atau dari buku, maupun sumber-sumber belajar lain," jelas Iwan, dilansir Medcom.id.
 
Iwan menjelaskan, tantangan pertama belajar di rumah yakni terkait kebiasaan. Selama ini, proses pembelajaran selalu berpusat kepada guru.
 
Tantangan kedua, adopsi teknologi yang semakin dipercepat. Survei mengatakan semakin banyak guru dan siswa yang mulai menggunakan teknologi dalam melakukan pembelajaran. Percepatan itu dinilai cukup menggembirakan karena sejak lama Kemendikbud mendorong adopsi teknologi dalam pembelajaran.
 
"Dengan adanya pandemi ini, terjadi adopsi teknologi yang signifikan, mulai dari teknologi yang sederhana hingga kompleks," tutur Iwan.
 
Pembelajaran dari rumah oleh guru dan siswa secara interaktif yang saat ini masih terbatas, sangat dimungkinkan dengan tingginya tingkat penggunaan media sosial sebagai sarana interaksi antara guru dan siswa. Hal itu juga didukung dengan sudah banyaknya siswa yang menggunakan aplikasi pengelolaan pembelajaran (learning management system), khususnya untuk jenjang SMA dan SMK.
 
Aplikasi sumber belajar daring sebagai sarana pembelajaran yang mendukung terjadinya personalisasi belajar (personalized learning) telah dimanfaatkan oleh lebih dari separuh siswa. Personalisasi belajar memungkinkan pengalaman belajar yang adaptif, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak.
 
Iwan juga menyampaikan, perlunya sosialisasi lebih masif lagi mengenai tidak adanya tuntutan menuntaskan kurikulum selama pembelajaran di masa pandemi. Serta, asesmen capaian belajar peserta didik yang tidak harus berbentuk nilai atau skor kuantitatif.
 
Relaksasi nilai ini sudah juga termuat dalam Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020. Aturan relaksasi diperjelas dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 15 Tahun 2020.
 
"Bahwa hasil belajar peserta didik selama belajar dari rumah lebih mengutamakan umpan balik yang sifatnya kualitatif. Tidak harus memberikan skor atau nilai yang kuantitatif," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud Hendarman menjelaskan program belajar dari rumah lewat tayangan TVRI juga merupakan alternatif pembelajaran di tengah pandemi yang bersifat tidak wajib. Kendati demikian, siswa dan guru mengapresiasi ditayangkannya program-program peningkatkan kemampuan literasi, numerasi, penumbuhan karakter, dan wawasan kebudayaan yang disiarkan melalui TVRI ini.
 
Ia mengatakan, survei daring Kemendikbud mengungkap sebanyak 79 persen siswa mengatakan program belajar dari rumah Kemendikbud yang ditayangkan di TVRI merupakan tayangan yang paling sering ditonton selama masa pandemi.
 
Survei terpisah yang dilakukan Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud pada 20 April-24 Mei 2020, 6.061 responden siswa memberikan nilai 8,4 dari 10, untuk manfaat yang diberikan program belajar dari rumah. Sementara itu, sebanyak 2.391 responden guru memberikan nilai 8,1.
 
"Para guru menganggap bahwa program ini membantu dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah. Hal ini juga diperkuat dengan sejumlah Kepala Dinas Pendidikan yang menganjurkan guru menggunakan tayangan Belajar dari Rumah untuk pembelajaran," ungkap Hendarman.
 
Menurut Hendarman, Kemendikbud akan terus merespons tantangan dalam kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Caranya, dengan memberikan layanan kepada pemangku kepentingan melalui berbagai program, kemitraan, dan kanal.
 
Beberapa program yang telah terselenggara tersebut antara lain penyediaan sumber pembelajaran melalui aplikasi rumah belajar, materi-materi cetak yang dapat diunduh dari laman bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id, dan penayangan program belajar dari rumah di TVRI.
 
Kemendikbud juga telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Salah satunya, keputusan bersama empat kementerian tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru pada masa pandemi covid-19.
Berita Terkini
WHO: Kondisi Terburuk Virus Covid-19 Belum Muncul
Selasa, 30 Juni 2020 13:30 Wib • unpi/republika
Kemendikbud Apresiasi Kampus Berinovasi Selama Pandemi
Selasa, 30 Juni 2020 11:35 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Menristekdikti: 96 Perguruan Tinggi Terakreditasi A
Senin, 23 September 2019 15:22 Wib • unpi/republika
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Startup Jepang Ciptakan Masker Cerdas Terkoneksi Internet
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:26 Wib
Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari rata-rata di Asia Pasifik
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:08 Wib
Covid-19 buat Lompatan Besar dalam Transformasi Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:00 Wib
Sosial +
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pengertian dan Penerapan Flexible Working Space
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:59 Wib
Berpikir Positif Hadapi Normal Baru
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:20 Wib
Pendidikan +
Penguatan Ekosistem Kunci Keberhasilan Pernikahan Vokasi dan Industri
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 09:00 Wib
Kemendikbud Apresiasi Kampus Berinovasi Selama Pandemi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 11:35 Wib
Komisi X: Konsep Kampus Merdeka Masih Sulit Diterapkan PT Swasta
unpi/okezone • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris