UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Metode Digital Alternatif Riset Saat Pandemi
unpi/republika • Jumat, 26 Juni 2020 09:11 Wib
Metode Digital Alternatif Riset Saat Pandemi
Sumber Foto : weahsn.net
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan pendekatan digital menjadi alternatif terbaik dalam upaya pengumpulan data penelitian di tengah pandemi Covid-19. Metode digital meminimalisasi interaksi peneliti dengan masyarakat.

"Pengumpulan data berbasis pendekatan digital dalam penelitian sosial-humaniora saat pandemi Covid-19 menjadi alternatif terbaik," kata Nuke dalam seminar virtual "Tantangan Metode Digital pada Riset Sosial Humaniora di Masa Normal Baru", Jakarta, Kamis (25/6).

Sebelum pandemi Covid-19, interaksi peneliti dengan masyarakat sebagai sumber data penelitian sangat mudah dilakukan. Namun, pada saat masa pandemi, peneliti sulit melakukan pertemuan fisik atau kontak langsung dengan orang lain sebagai sumber data penelitian karena pertimbangan aspek keselamatan dari ancaman penularan Covid-19.

"Kita bisa hitung pada satu tahun atau dua tahun ke depan agaknya pengumpulan data ilmiah di mana kita bisa turun ke lapangan terjadi permasalahan bagi riset sosial," tutur Nuke, dilansir Republika.

Apalagi pada saat pandemi, masyarakat harus menerapkan jaga jarak (physical dan social distancing) menjadi upaya dalam pencegahan penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Karena itu, Nuke menuturkan kegiatan riset harus mampu melakukan transformasi pengumpulan data secara dalam jaringan (online) di tengah pandemi Covid-19.

Dalam mendukung dan memudahkan kegiatan riset yang menggunakan pendekatan digital dalam pengumpulan data penelitian, dukungan infrastruktur teknologi dan komunikasi, logistik dan pembiayaan masih dibutuhkan demi mewujudkan keterjangkauan dan keterwakilan obyek dan tujuan penelitian. Menurut Nuke, klirens etik penelitian menjadi instrumen kunci untuk mengukur keberterimaan secara etik dalam proses penelitian meski ada transformasi dalam kegiatan penelitian terkait adanya pandemi Covid-19 tersebut.

"Klirens etik akan melindungi subyek penelitian atau responden dari bahaya fisik, psikis, sosial, dan konsekuensi hukum sebagai akibat turut berpartisipasi dalam suatu penelitian," ujar Nuke.

Nuke menuturkan status apakah suatu penelitian memerlukan atau dikecualikan dari proses klirens etik diputuskan oleh Komisi Klirens Etik, bukan oleh peneliti atau lembaga lain.

Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Herry Yogaswara mengatakan peran Komisi Klirens Etik dalam penelitian sangat penting dalam menjaga kaidah-kaidah akademis sehingga kegiatan riset dapat terus berlangsung dan tetap mempertahankan signifikasi ilmiah. "Sangat tidak etis kalau penelitian dilakukan dalam suasana pandemi kalau tidak memenuhi klirens etik," tutur Herry.

Herry menuturkan platform dalam jaringan (online) seperti Zoom, Webex, atau Googleform sangat rasional digunakan dalam kegiatan penelitian meskipun secara statistik harus lebih diperhatikan dari sisi validitas dan realibilitas.
Berita Terkini
WHO: Kondisi Terburuk Virus Covid-19 Belum Muncul
Selasa, 30 Juni 2020 13:30 Wib • unpi/republika
Kemendikbud Apresiasi Kampus Berinovasi Selama Pandemi
Selasa, 30 Juni 2020 11:35 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Menristekdikti: 96 Perguruan Tinggi Terakreditasi A
Senin, 23 September 2019 15:22 Wib • unpi/republika
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Startup Jepang Ciptakan Masker Cerdas Terkoneksi Internet
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:26 Wib
Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari rata-rata di Asia Pasifik
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:08 Wib
Covid-19 buat Lompatan Besar dalam Transformasi Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:00 Wib
Sosial +
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pengertian dan Penerapan Flexible Working Space
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:59 Wib
Berpikir Positif Hadapi Normal Baru
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:20 Wib
Pendidikan +
Penguatan Ekosistem Kunci Keberhasilan Pernikahan Vokasi dan Industri
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 09:00 Wib
Kemendikbud Apresiasi Kampus Berinovasi Selama Pandemi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 11:35 Wib
Komisi X: Konsep Kampus Merdeka Masih Sulit Diterapkan PT Swasta
unpi/okezone • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris