UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Kemnaker Perbanyak Bursa Kerja Kurangi Pengangguran
unpi/infopublik • Kamis, 19 Maret 2020 10:10 Wib
Kemnaker Perbanyak Bursa Kerja Kurangi Pengangguran
Sumber Foto : kemnaker.go.id
UNPI-CIANUR.AC.ID - Untuk mencapai target penempatan 2,1 juta orang dalam satu tahun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong Sekolah Menengah Kejuruan, Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) dan Pendidikan Tinggi menggelar kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK).

BKK berguna membantu alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Perguruan Tinggi/LPK mencari pekerjaan dan menjembatani dunia usaha dalam merekrut tenaga kerja, sekaligus tolok ukur keberhasilan sekolah dalam menyiapkan tenaga terampil yang dibutuhkan pasar kerja.

"Keberadaan BKK sangat diperlukan bagi, pendidikan tinggi sebagai lembaga yang menyalurkan lulusan ke dunia kerja," ujar Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Aris Wahyudi, Kemnaker saat membuka Forum Group Disscusion (FGD) bertema 'Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Rangka Mendukung Command Centre TA.2020' di Jakarta, minggu lalu.

Pengelolaan BKK secara optimal kata Aris Wahyudi, akan memberikan dampak positif bagi siswa yang akan menyelesaikan studi maupun bagi alumni di sekolah tersebut. "Siswa merasa memiliki jaminan memperoleh pekerjaan setelah lulus melalui suatu wadah berupa BKK," kata Aris, dilansir Infopublik.

BKK juga kata Aris Wahyudi, merupakan ujung tombak keberhasilan sekolah dalam menyalurkan siswa ke dunia kerja. "Jika BKK mampu menjalankan fungsi-fungsi BKK dengan baik, maka persepsi masyarakat terhadap sekolah tersebut secara tidak langsung akan baik pula," ujar Aris.

Berdasarkan informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan per Februari 2020, terdata jumlah BKK adalah 1.372 BKK dari 14.327 SMK. Sedangkan data BKK pada pendidikan tinggi dan pelatihan kerja belum terdata dengan baik.

Aris menyatakan BKK harus mematuhi Permenaker Nomor 39 Tahun 2016, untuk menyusun laporan kegiatan penempatan tenaga kerja setiap bulan, triwulan, dan tahunan. Termasuk data alumni yang ditempatkan by name by address serta laporan disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja Kab/Kota setempat dan seterusnya sampai ke Pusat.

"Faktanya, sebagian besar BKK belum melaporkan data penempatannya. Padahal Database BKK akan mempermudah Pemerintah (Kemnaker; Kemdikbud dan Dinas) melakukan pembinaan, pengawasan dan peningkatan kapasitas pengelola BKK," ujar Aris.

Kendala ini harus dicari solusi bersama, agar BKK dapat melaporkan datanya dengan mudah, tepat dan akurat. Aris berharap integrasi data antara Sistem informasi ketenagakerjaan (sisnaker) dengan sistem informasi yang dimiliki Kemendikbud yaitu psmk.kemendikbud.go.id/bkk dan sindikker.ristekdikti.go.id dapat segera terlaksana untuk mendukung pelayanan penempatan oleh BKK dan memudahkan BKK untuk melaporkan penempatan alumninya.

"Kerja sama BKK dengan Disnaker Provinsi/Kabupaten/Kota, khususnya dengan Pengantar Kerja, diharapkan dapat memperoleh informasi pasar kerja yang lebih benar dan terpercaya," kata Aris.
Berita Terkini
200 Relawan Mahasiswa Bantu Tangani Pasien Korona di Wisma Atlet
Kamis, 02 April 2020 10:23 Wib • unpi/medcom.id
Mudik Berpotensi Ubah Masa Puncak Wabah
Rabu, 01 April 2020 13:23 Wib • unpi/medcom.id
Bukti Ilmiah Belum Jadi Pertimbangan Regulasi
Rabu, 01 April 2020 10:40 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Kominfo Buka Kompetisi Buat Video Gim Agar Milenial Betah di Rumah
unpi/katadata.co.id • Selasa, 23 April 2019 10:30 Wib
Pemerintah akan Pasang Aplikasi Lacak Penyebaran Corona
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:00 Wib
Edukasi Covid-19 Bisa Lewat Gawai
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
Sosial +
15 Ribu Mahasiswa Relawan Covid-19 Telah Diturunkan ke Daerah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 09:07 Wib
Mendagri Luncurkan Layanan Administrasi Kependudukan Daring GISA
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Penggantian Istilah Social Distancing jadi Physical Distancing
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:30 Wib
Pendidikan +
Bukti Ilmiah Belum Jadi Pertimbangan Regulasi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:40 Wib
Penerima KIP Kuliah Harus Siap Ambil Peran di 2045
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:30 Wib
Tiga Operator Seluler Gratiskan Kuota Data Belajar Daring
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 10:08 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris