UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Ransomware Masih Hantui Indonesia pada 2020
unpi/cnnindonesia • Selasa, 14 Januari 2020 15:00 Wib
Ransomware Masih Hantui Indonesia pada 2020
Sumber Foto : cnn.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - CEO NTT Communications Hendra Lesmana memprediksi serangan ransomware masih terjadi pada 2020. Jenis serangan siber satu ini melumpuhkan suatu sistem dan penggunanya tak bisa berkutik karena sistem telah 'dikunci' oleh peretas.

Ransomware adalah malware yang menerapkan metode enkripsi canggih sehingga file tidak akan dapat didekripsi atau dibuka tanpa kunci unik yang dipegang oleh peretas. Untuk membuka kunci tersebut, pengguna harus membayar dan akan dimintai sejumlah informasi.

"Ransomware secara spesifik sangat jahat menurut saya karena begitu masuk ransomware-nya, Anda sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Semua akan dikunci, untuk membuka kuncian Anda harus bayar," kata Hendra, dilansir CNNIndonesia.

"Begitu Anda bayar, ada informasi tambahan yang Anda berikan di situ. Jadi, istilahnya seperti putaran spiral yang tanpa henti, sumur tak berdasar. Maka lebih baik jangan sampai kena karena banyak banget informasi yang digali," sambungnya.

Menurut Hendra serangan ransomware biasanya menyerang lewat phising. Hal ini beriringan dengan data Kaspersky tahun lalu yang mendeteksi 14 juta upaya phising terhadap pengguna internet yang tinggal di negara-negara di Asia Tenggara selama paruh pertama 2019.

Indonesia menempati posisi ke-3 dengan persentase 14,316 persen dibanding tahun lalu 10,719 persen.

Sementara Kaspersky mencatat bahwa efektivitas penipuan phising terbukti menarik bagi para pelaku kejahatan siber yang dengan mudahnya menjual kredensial curian di web palsu.

Para pelaku akan mengejar kredensial (kerahasiaan) pengguna yang menyertakan nomor kartu kredit serta kata sandi ke rekening bank dan aplikasi keuangan lainnya.

Kaspersky mengungkap Indonesia berada pada peringkat 23 sebagai negara yang paling sering terserang ransomware enkripsi. Selama kuartal ketiga 2019, Kaspersky mendeteksi dan memblokir serangan ransomware eknripsi pada 229.643 pengguna produk Kaspersky.

Meskipun jumlah total pengguna yang terpengaruh mengalami sedikit penurunan, laporan menunjukkan bahwa jumlah modifikasi ransomware terbaru tumbuh dari 5.195 pada kuartal ketiga 2018 menjadi 13.138.

Angka tersebut menandakan peningkatan sebesar pada kuartal ketiga 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menandakan ketertarikan para pelaku kejahatan siber pada jenis malware tersebut sebagai sarana untuk memperkaya diri.
Berita Terkini
SDM Unggul Ciptakan Teknologi-Inovasi Pecahkan Masalah Lingkungan
Jumat, 17 Januari 2020 14:30 Wib • unpi/antaranews
Kemendikbud Dorong PTN Berstatus Badan Hukum
Jumat, 17 Januari 2020 11:00 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Peneliti Indonesia-Inggris Kolabroasi Bidang Riset dan Inovasi
unpi/kemenristek/BRIN • Selasa, 23 April 2019 13:36 Wib
Ahli Vulkanologi: Ada Potensi Penularan Erupsi Gunung Api
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 10:06 Wib
Indonesia Butuh Lebih Banyak Programmer
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 14:00 Wib
Sosial +
SDM Unggul Ciptakan Teknologi-Inovasi Pecahkan Masalah Lingkungan
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:30 Wib
Bonus Demografi dapat Menjadi Bencana jika Tidak Terampil
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:12 Wib
Intoleransi Kendala Utama Majunya Bangsa Indonesia
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:00 Wib
Pendidikan +
Kemendikbud Dorong PTN Berstatus Badan Hukum
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 11:00 Wib
Cegah Radikalisme dan Intoleransi di Lembaga Pendidikan
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:34 Wib
Stafsus Presiden Usulkan Program Anak Muda Baper
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:48 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris