UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Waspada, Ada Serangan Siber yang Bisa Hancurkan Nilai Budaya dan Agama
unpi/kemkominfo • Senin, 09 Desember 2019 09:01 Wib
Waspada, Ada Serangan Siber yang Bisa Hancurkan Nilai Budaya dan Agama
Sumber Foto : securityzap.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Kehadiran BSSN yang lahir berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 adalah untuk melindungi masyarakat dan kepentingan Indonesia di ruang siber, ungkap Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian.

Hinsa Siburian menyebutkan, dalam dunia siber ada ancaman yang menyerang kepentingan Indonesia, antara lain infrastruktur kritikal yang berbeda dengan objek vital nasional, yaitu sistem elektronik yang tersambung dengan internet atau disebut ruang siber.

"Jadi kita prioritas mengamankan itu dan tentu kalau kita lihat dengan kehadiran BSSN, kita sedang dan akan terus membangun kekuatan kita di dunia atau di ruang siber ini untuk melaksanakan tugas melindungi bangsa ini, dan juga tentu ancaman- ancaman yang lain akan banyak di situ. Proses bisnis ekonomi digitial yang mungkin terancam kalau tidak kita amankan," kata Hinsa Siburian, dalam diskusi dengan media massa di Djakarta Theater, Jakarta, beberapa waktu lalu, seperti dilansir Kemkominfo.

Kepala BSSN itu menunjuk contoh misalnya proses bisnis tiba-tiba internet dalam hal ini jaringan dihack malware dari mana, sehingga kacaulah itu proses bisnis. "Tugas pokok BSSN adalah menyakinkan supaya semua jaringan dimana proses bisnis  atau  ekonomi digital itu berlansung berjalan harus yakin bahwa itu aman," ujarnya.

Sebagai badan baru, Hinsa berharap dukungan dan bantuan media kepada BSSN agar masyarakat paham mengenai kehadiran dan fungsinya. Ia menunjuk contoh kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat, begitu dengar nama siber seolah olah semua urusan handphone ada gangguan itu nyalahin BSSN. "Tugas pokok kita lebih besar, tentu tugas-tugas lain kita laksanakan bersama-sama," tegas Hinsa.

Mengenai serangan siber, Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan, ditinjau dari sasaran serangan siber itu ada yang bersifat fisik dan non fisik. Yang bersifat fisik, infrastruktur kritikal seperti listrik yang menggunakan internet dan suatu saat itu diserang maka kacaulah sistem distribusi listrik. Sementara dampak terhadap non fisik, dengan kemajuan teknologi siber dalam waktu seketika sejumlah atau jutaan informasi bisa didistribusikan kepada masyarakat kepada sasaran atau sering kita dengar populernya itu hoaks. "Ini tidak mungkin BSSN sendiri Ini adalah tugas kita semua," terang Hinsa.

Kepala BSSN mengingatkan, saat ini ada masalah yang lebih besar, ada serangan siber yang bisa meruntuhkan nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama dan mungkin kepada pemerintah. Ini, lanjut Kepala BSSN, bisa dilihat di beberapa negara tertentu, yang akhirnya hancur juga.  

"Kita ingin adanya BSSN nilai-nilai Pancasila justru lebih tersosialisasikan bisa sampai pada masyarakat kita dan memahaminya seutuhnya," tutur Hinsa.
Berita Terkini
Gubernur BI Ajak Mahasiswa Adaptasi Digitalisasi Keuangan
Kamis, 06 Agustus 2020 12:00 Wib • unpi / medcom.id
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
Kamis, 06 Agustus 2020 10:00 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Timor Leste Masuk ASEAN 2017
Rabu, 25 Mei 2016 08:00 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Satelit Baru Bakal Diluncurkan Dukung Digitalisasi Pendidikan
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Menristek Berbagi Cara Mengasah Daya Inovasi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:22 Wib
BlackRock, Malware Pencuri Data di Instagram Hingga TikTok
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 10:51 Wib
Sosial +
Perlunya Konsep Dasar Perlindungan Data Pribadi
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 18:00 Wib
AICoSH 2020 Bahas Pengembangan Ilmu Sosial Humaniora
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pendidikan +
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Kemdikbud Gandeng Industri untuk Kembangkan Talenta Digital
unpi/berita satu • Selasa, 23 April 2019 15:06 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris