UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Lukman Hakim: Toleransi, Buah Moderasi Beragama
unpi/infopublik • Rabu, 04 Desember 2019 14:02 Wib
Lukman Hakim: Toleransi, Buah Moderasi Beragama
Sumber Foto : kemenag
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Toleransi adalah kemauan dan kemampuan seseorang untuk menghargai dan menghormati perbedaan, menurut Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Lukman Hakim, toleransi merupakan buah dari Moderasi Beragama. Menghargai dan menghormati itu tidak bisa sekadar mayoritas dan minoritas. Kalau semua orang menuntut dihargai dan dihormati, maka tidak ada satupun yang akan mendapatkan kehormatan dan penghargaan tersebut.

"Namun bila semua orang memberi, maka semua akan mendapatkan. Bicara toleransi adalah kemauan dan kemampuan memberikan penghargaan," kata Lukman Hakim saat menjadi pembicara Seminar Moderasi Beragama di Kalangan Milenial, Selasa (3/12).

Dilansir Infopublik, selain Lukman Hakim, ada tiga narasumber dari kalangan milenial dalam seminar ini. Mereka adalah Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddan Al Jihad, Ceo Inspirasi.co & Exsekutif Direktor Digittroops Indonesia Fahd Fahdepia dan Ketua Umum Mahasiswa Katolik Indonesia, Juventus Prima Yaris.

Dalam seminar ini, Lukman Hakim mengajak audien untuk memberikan pendapat lewat berbagai isu, misalnya tiba-tiba terdengar azan ketika sedang berlangsungnya sebuah acara maupun kegiatan. "Kita sering menghadapi di mana dalam pertemuan apakah itu seminar, rapat atau kegiatan lainnya, tiba-tiba terdengar azan. Pertanyaan saya, apa yang kita lakukan, apakah menunda kegiatan tersebut atau menyelesaikan acara terlebnih dahulu," tanya Lukman Hakim.

Respon dari kalangan mileal pun muncul beragam. Ada yang mengatakan boleh dengan melanjutkan kegiatan, pendapat lainnya ditunda sekitar 30 menit dan ada pandangan kegiatan tersebut dihentikan.

"Jadi memang respon kita bisa beragam. Sebagian ada yang minta dihentikan karena sebagian muslim ingin salat di awal waktu. Alasannya kepentingan Tuhan tidak bisa digantikan dengan kepentingan manusia. Agama hadir untuk Tuhan, ini padangan pertama."

Pandangan kedua lanjut Lukman, ada yang mengatakan agama itu untuk siapa, apakah untuk Tuhan atau untuk manusia. Tuhan menghadirkan agama agar manusia itu hidup dengan baik dan benar. Maka selama itu kepentingan kemanusiaan, sedianya harus didahulukan.

"Pandangan ketiga, kita lihat forum itu seperti apa. Kalau mayoritas agama Katolik dan muslim hanya satu dan dua, jangan yang minoritas mengalahkan yang mayoritas. Ada cara bagaimana melihat situasi sebelum mengambil keputusan yakni dengan mengajak musyawarah," tutur Lukman.

Lukman Hakim kembali menegaskan bahwa toleransi adalah kemampuan dan kemauan memberikan penghargaan dan ini adalah buah dari Moderasi Beragama yang sejak empat tahun silam di didengungkan Kementerian Agama.

"Yang dimoderasi itu bukan agama. Moderasi dalam artian lawan dari ekstrem, moderat itu di tengah. Sebab agama datangnya dari Tuhan. Agama pasti moderat karena ia hadir untuk manusia. Namun cara kita memahami dan mengamalkan ajaran agama itulah yang harus senantiasa dijaga agar tidak berlebih-lebihan," tandas Lukman.

Seminar Moderasi Beragama di Kalangan Milenial diinisiasi Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama. Helat ini bertujuan agar generasi milenial turut menjadi garda terdepan dalam penyebarluasan Moderasi Beragama di tengah masyarakat khususnya generasi muda.
Berita Terkini
Gubernur BI Ajak Mahasiswa Adaptasi Digitalisasi Keuangan
Kamis, 06 Agustus 2020 12:00 Wib • unpi / medcom.id
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
Kamis, 06 Agustus 2020 10:00 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Timor Leste Masuk ASEAN 2017
Rabu, 25 Mei 2016 08:00 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Satelit Baru Bakal Diluncurkan Dukung Digitalisasi Pendidikan
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Menristek Berbagi Cara Mengasah Daya Inovasi
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:22 Wib
BlackRock, Malware Pencuri Data di Instagram Hingga TikTok
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 10:51 Wib
Sosial +
Perlunya Konsep Dasar Perlindungan Data Pribadi
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 18:00 Wib
AICoSH 2020 Bahas Pengembangan Ilmu Sosial Humaniora
unpi/republika.co.id • Selasa, 23 April 2019 12:00 Wib
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pendidikan +
Mengenal Tipe Plagiat Karya Ilmiah yang Banyak Ditemukan
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Kemdikbud Gandeng Industri untuk Kembangkan Talenta Digital
unpi/berita satu • Selasa, 23 April 2019 15:06 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris