UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Cepat atau Lambat Indonesia Pasti Gunakan PLTN
unpi/kemenristek/BRIN • Senin, 18 Nopember 2019 09:06 Wib
Cepat atau Lambat Indonesia Pasti Gunakan PLTN
Sumber Foto : youtube.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia cepat atau lambat pasti akan membangun tenaga nuklir karena saat ini Indonesia sedang mengembangkan banyak industri yang memerlukan konsumsi listrik dalam daya tinggi, termasuk smelter yang digunakan industri untuk memurnikan logam.

"Smelter itu pada intinya butuh listrik skala besar, dan kalau dalam skala besar, harganya tidak mungkin mahal, karena nanti industri smelter menjadi tidak berjalan. Listrik itu harganya harus relatif terjangkau oleh masyarakat. Di sinilah energi nuklir bisa masuk, menjawab kebutuhan listriknya dan biaya ekonomisnya," ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, seperti dikutif dalam rilis Kemenristek/BRIN Jakarta, Kamis (14/11).

Menteri Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, masih ada beberapa kalangan yang belum percaya Indonesia sudah menguasai teknologi nuklir untuk maksud damai, menjalankan operasional teknologi nuklir, dan menjaga reaktor nuklir untuk penelitian dan pengembangan tersebut, sehingga dapat dikatakan Indonesia sudah sangat siap mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

"Bagaimanapun masyarakat awam itu pada umumnya, bertindak atau bereaksi karena persepsi, belum tentu mereka memahami kondisi yang real. Mungkin mereka belum pernah lihat kondisi di reaktor nuklir untuk litbang yang dipunyai oleh BATAN sebenarnya seperti apa," ungkap Menristek/Kepala BRIN, dilansir Infopublik.

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia selama ini sudah memiliki tiga reaktor nuklir untuk penelitian dan pengembangan yang masih aktif dan tidak pernah terjadi kecelakaan karena prosedur keamanannya sangat ketat, tidak hanya dikontrol oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), namun juga diawasi langsung oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), dan Badan Internasional Energi Atom (the International Atomic Energy Agency - IAEA). Ketiga reaktor tersebut terletak di Serpong (Tangerang Selatan), Bandung, dan Yogyakarta.

"Untuk masuk ke reaktor penelitian dan pengembangan teknologi nuklir untuk maksud damai itu, memang keamanannya sangat ketat, karena memang mengikuti prosedur yang berlaku di seluruh dunia. Hal ini justru membuktikan bahwa Indonesia sangat siap untuk membangun PLTN di masa yang akan datang, untuk menjawab kebutuhan energi di Indonesia", ungkap Menteri Bambang.

Kemenristek/BRIN mengamanahkan kepada BATAN dan BAPETEN untuk lebih gencar mensosialisasikan dan membuat masyarakat mengerti tentang manfaat nuklir serta keamannanya, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh persepsi maupun "hoax" tentang isu negatif dari PLTN. Meskipun berdasarkan survey yang telah dilakukan tingkat keberterimaan masyarakat atas nuklir semakin membaik dari tahun ke tahun, namun tetap masih perlu ditingkatkan sehingga yang kontra di bawah sepuluh persen.

"Yang lebih penting adalah BATAN dan BAPETEN perlu mensosialisasikan terus menerus kepada (i) masyarakat awam, dan (ii) masyarakat yang kontra atau yang anti tenaga nuklir. Kadang-kadang kontra atau anti terhadap sesuatu itu terjadi karena disinformasi, karena informasi yang kurang lengkap atau informasi yang diterima salah (hoax). Sehingga informasi salah yang di terima masyarakat  dapat menjadi " misleading " dan membentuk opini masyarakat yang keliru",  ungkap Bambang Brodjonegoro.

Menristek/Kepala BRIN mengungkapkan, bahwa di negara-negara industri sudah lama mempercayakan tenaga nuklir sebagai salah satu alternatif sumber listriknya. Indonesia dapat bertukar standar keamanan, kompetensi, dan teknologi dengan negara-negara tersebut, selain juga melalui Badan Internasional Energi Atom (the International Atomic Energy Agency - IAEA), dimana Indonesia menjadi anggotanya.

"China pun sudah mulai mengarah ke nuklir. Perancis pun sudah seperti itu di Eropa. Jepang juga meskipun Fukushima sempat ada gonjang-ganjing, tapi mereka tetap lanjut dengan teknologi nuklir. Di Korea Selatan ada sekitar dua puluh tiga PLTN yang  mereka sudah punya," ungkap Menristek/Kepala BRIN. Indonesia sangat mengharapkan bahwa PLTN akan digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memproduksi sumber daya energi di masa depan.
Berita Terkini
Mengenal Aerosol, Inti Penyebar Virus Corona Lewat Udara
Kamis, 09 Juli 2020 17:48 Wib • unpi/cnnindonesia
Dosen IPB Berbagi Tips Memulai Bisnis
Kamis, 09 Juli 2020 17:19 Wib • unpi/medcom
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Menristekdikti: 96 Perguruan Tinggi Terakreditasi A
Senin, 23 September 2019 15:22 Wib • unpi/republika
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Startup Jepang Ciptakan Masker Cerdas Terkoneksi Internet
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:26 Wib
Kasus Malware Indonesia Lebih Tinggi dari rata-rata di Asia Pasifik
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:08 Wib
Covid-19 buat Lompatan Besar dalam Transformasi Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:00 Wib
Sosial +
20 Juta Nama Warga RI Belum Sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan
unpi/suara.com • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib
Pengertian dan Penerapan Flexible Working Space
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:59 Wib
Berpikir Positif Hadapi Normal Baru
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:20 Wib
Pendidikan +
Dosen IPB Berbagi Tips Memulai Bisnis
unpi/medcom • Selasa, 23 April 2019 17:19 Wib
Penguatan Ekosistem Kunci Keberhasilan Pernikahan Vokasi dan Industri
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 09:00 Wib
Kemendikbud Apresiasi Kampus Berinovasi Selama Pandemi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 11:35 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris