UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Kemenperin Susun Kurikulum SMK agar Selaras dengan Kebutuhan Industri
Kemenperin Susun Kurikulum SMK agar Selaras dengan Kebutuhan Industri
unpi/jpp • Jumat, 19 Juli 2019 11:08 Wib
Kemenperin Susun Kurikulum SMK agar Selaras dengan Kebutuhan Industri
Sumber Foto : kemenperin
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusun kurikulum dan silabus SMK untuk menyelaraskannya dengan kebutuhan industri sebagai tindak lanjut dari program pendidikan vokasi yang terhubung dan sesuai dengan industri.
 
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SA Cahyanto menyampaikan bahwa dari hasil penyelarasan kurikulum tersebut, Kemenperin bersama stakeholders selesai menyusun materi pembelajaran tambahan sebanyak 34 kompetensi keahlian bidang industri bagi siswa SMK. “Hasilnya ini sudah kami sampaikan kepada Kemendikbud, Dinas Pendidikan Provinsi terkait dan SMK yang bersangkutan,” kata Eko lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
 
Hingga saat ini, Kemenperin menggandeng 855 industri dan 2.612 SMK dalam program pendidikan vokasi yang mengusung konsep link and match. Dari hasil ini, sebanyak 4.997 perjanjian kerja sama telah ditandatangani antara pihak industri dan SMK. Satu perusahaan bisa membina lebih dari satu SMK. "Langkah berikutnya yang sudah kami jalankan, yaitu peningkatan kompetensi guru produktif. Tujuannya adalah agar kurikulum hasil penyelarasan dapat diimplementasikan dengan baik," ujar Eko, dilansir JPP.
 
Dalam mendukung program itu, sepanjang 2018 Kemenperin melakukan kerja sama dengan Institute of Technical Education (ITE) Singapura dalam rangka menyelenggarakan pelatihan untuk kepala SMK dan guru produktif bidang teknik permesinan, teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik dan otomasi industri yang diikuti sebanyak 100 peserta.
 
"Kemenperin juga bekerja sama dengan Formosa Training Center Taiwan untuk menyelenggarakan pelatihan guru produktif bidang machine tools sebanyak 100 orang, kemudian pelatihan teknis guru produktif sebanyak 508 orang dan magang guru di Industri sebanyak 1.233 orang," paparnya.
 
Selain itu, Kemenperin melakukan pelatihan pedagogik bagi instruktur dari industri yang akan mengajar di SMK. Program yang disebut silver expert ini bekerja sama dengan KADIN Indonesia dan IHK (KADIN) Trier Jerman untuk 20 orang peserta dan diberikan sertifikasi internasional.
 
"Pada 2019 Kemenperin memprogramkan peningkatan kompetensi guru produktif, baik melalui magang guru di industri sebanyak 1.000 guru maupun pelatihan sebanyak 1.000 guru. Kami berharap guru-guru SMK dapat memanfaatkan kesempatan ini guna terlaksananya program link and match," ungkapnya.
 
Selain guru, lanjut Eko, implementasi kurikulum hasil penyelarasan juga memerlukan ketersediaan peralatan praktikum minimal di SMK agar siswa dapat dibekali dengan keterampilan teknis dasar sebelum masuk ke industri. Untuk itu, dalam setiap peluncuran vokasi industri selalu diiringi dengan pemberian hibah peralatan dari industri kepada SMK.
 
"Pada 2017 Kemenperin merealokasi anggaran sebesar Rp35 miliar untuk bantuan peralatan praktikum minimum kepada 74 SMK. Sedangkan untuk tahun 2019, penyediaan peralatan minimum di SMK diupayakan kembali melalui Kelompok Kerja Program Revitalisasi SMK," imbuhnya.
Berita Terkini
Menristekdikti Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019
Senin, 19 Agustus 2019 10:00 Wib • unpi/infopublik
Kemendikbud Gelar Lomba Berbahasa Indonesia untuk WNA
Jumat, 16 Agustus 2019 15:00 Wib • unpi/cnnindonesia
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Jusuf Kalla Ajak Pemuda Bangun Negeri Lewat Startup
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:26 Wib
Cara Menghindari Sensor Facebook di Messenger
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:56 Wib
WhatsApp Sediakan Fitur Kunci Sidik Jari
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Sosial +
Wapres: Sederhanakan, Pancasila Jangan Dibuat Rumit
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 12:50 Wib
Hotel di Inggris Jual Teh Seharga Rp2,8 Juta Per Cangkir
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 13:41 Wib
BNN: Penggunaan Narkotika di Kalangan Remaja Meningkat
unpi/jpp • Selasa, 23 April 2019 14:30 Wib
Pendidikan +
Menristekdikti Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019
unpi/infopublik • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Kemendikbud Gelar Lomba Berbahasa Indonesia untuk WNA
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
PTN hingga PTS Minta Didatangi Ilmuwan Diaspora
unpi/okezone • Selasa, 23 April 2019 11:03 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris