UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Berbagi tak Selalu Berarti Peduli
Berbagi tak Selalu Berarti Peduli
unpi/republika • Selasa, 08 Januari 2019 12:20 Wib
Berbagi tak Selalu Berarti Peduli
Sumber Foto : hoax-slayer.net
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Sharing is caring atau berbagi itu peduli. Kalimat sederhana yang memiliki makna mendalam. Ketika Anda berbagi maka Anda sedang menunjukan kepedulian kepada orang lain.
 
Ini (mungkin) merupakan nilai yang sudah disematkan pada Anda sejak kecil. Dalam hal, berbagi bukan hanya benda-benda material, tetapi juga ide, pikiran, dan pengalaman.
 
Orang tua biasanya meminta anak-anaknya berbagi makanan atau mainan dengan temannya. Tidak berebut menonton televisi atau game console dengan adik/kakak. Atau bahkan, berbuat baik dan selalu ramah kepada orang lain, termasuk mereka yang tidak dikenal.
 
Ketika dewasa, banyak orang berusaha mempertahankan budaya berbagi. Anak muda memberikan tempat duduknya kepada orang yang lebih tua. Disadari atau tidak, ini menunjukan kepedulian.
 
Begitu pula ketika Anda mengetahui ada teman yang sakit dan langsung tergerak untuk memberikan donasi. Anda ingin menunjukan kepedulian Anda dengan berbagi. Sharing is caring. Banyak orang yang merasa bahagia karena bisa berbagi.
 
Pada era media sosial seperti sekarang ini, budaya berbagi menempati levelnya tersendiri. Media sosial adalah soal berbagi.
 
Orang membagikan makanan yang dimakan saat makan siang, lokasi liburan, hingga pikiran, ide, kesedihan, dan kritikan. Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi ruang yang memungkinkan orang berbagi lebih banyak kepada orang lain.
 
Media sosial merupakan platform yang memungkinkan kita menjangkau dan terlibat dengan publik. Media sosial tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi setiap hari, tetapi memungkinkan kita menciptakan konten viral tanpa tergantung pada media massa arus utama.
 
Budaya berbagi di media sosial tidak bisa dilepaskan dari budaya partisipasi yang ada pada medium tersebut. Pengguna media sosial ingin terlibat atau enggage dengan konten-konten yang dibagikan media sosial.
 
Karena itu, awalnya media sosial memang hanya soal berbagi informasi, yakni agar orang lain tahu. Akan tetapi, agar orang lain tahu menjadi tidak cukup. Berbagi informasi pun berubah menjadi agar orang lain tergerak. Artinya, media sosial memungkinkan penggunanya untuk memengaruhi orang lain.
 
Ini kemudian menjadi sarana yang bermanfaat ketika Anda ingin menggalang kampanye sosial seperti pengumpulan dana. Misalnya, fan grup-grup idola asal Korea Selatan kerap melakukan proyek penggalangan dana ketika member grup kesayangannya.
 
Beberapa akun dengan follower ratusan ribu di Instagram kerap membuka penggalangan dana ketika ada bencana. Di Twitter, orang-orang kadang membagikan (dengan menyelipkan harapan bisa menggerakan banyak orang) lewat 'mantra': Twitter, do your magic.
 
Sayangnya, media sosial juga seperti media massa arus utama yang memiliki dua mata pisau. Jika satu pisau bermanfaat menggerakan masyarakat untuk memiliki kepedulian sehingga tergerak melakukan sesuatu maka sisi lainnya sebaliknya.
 
Ada sisi di mana media sosial menjadi sarana yang berbahaya ketika orang berbagi. Yakni, berbagi kabar palsu atau hoaks. Pada hal ini, keinginan berbagi kerap bercampur dengan egoisme sehingga memungkinkan orang yang membagikan pesan tidak terverifikasi menjadi tersinggung.
 
Misalnya, pada suatu waktu, seseorang membagikan sebuah pesan ke grup. Anggota lain dalam grup itu menegur dan menyatakan bahwa itu hoaks. Orang yang membagikan lantas menjawab bahwa dia hanya berbagi dan mungkin saja ada di grup tersebut yang tahu.
 
Namun, anggota yang memprotes tidak sepakat dengan alasan tersebut. Informasi yang belum diverifikasi tidak sebaiknya dibagikan karena akan membuat hoaks menjadi viral.
 
Ada banyak cara untuk memastikan sebuah informasi valid atau tidak valid. "Googling aja dulu foto serupa pernah muncul atau enggak di Google sebelum disebar," sahut sebuah suara di grup tersebut.
 
Beberapa orang mengamini bahwa informasi yang belum terverifikasi tidak sebaiknya disebarluaskan. Jangan sampai maksud hati ingin membagikan informasi karena peduli justru masuk bui.
Berita Terkini
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
Sabtu, 23 Maret 2019 09:21 Wib • unpi
Bijaklah Menggunakan Fintech
Jumat, 22 Maret 2019 12:56 Wib • unpi/infopublik
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
KPK Buka Call Center 198
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 14:20 Wib
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
unpi • Senin, 20 Agustus 2018 09:21 Wib
Microsoft Windows 7 Tamat Tahun Depan?
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:58 Wib
Kenapa Software Bajakan Sulit Diberantas
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:41 Wib
Sosial +
Bijaklah Menggunakan Fintech
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 12:56 Wib
Bangun Industri Skala Besar, Siapkan Lapangan Kerja untuk Generasi Muda
unpi/kemkominfo • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Sepanjang 2018, Kemkominfo Blokir 961.456 Akun
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 15:10 Wib
Pendidikan +
8,3 Juta Peserta Siap Ikuti UN , 91% Berbasis Komputer
unpi/jpp • Senin, 20 Agustus 2018 08:58 Wib
Perguruan Tinggi Berperan Dalam Pengembangan Arsip
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 11:09 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris