UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Menristekdikti Akan Dorong Inkubasi Bisnis Teknologi di Perguruan Tinggi
Menristekdikti Akan Dorong Inkubasi Bisnis Teknologi di Perguruan Tinggi
unpi/kemristekdikti • Kamis, 06 Desember 2018 11:06 Wib
Menristekdikti Akan Dorong Inkubasi Bisnis Teknologi di Perguruan Tinggi
Sumber Foto : ristekdikti
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Di era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut penguasaan teknologi, kemampuan berinovasi menjadi tuntutan bagi perusahaan pemula Indonesia dalam rangka bersaing dengan negara lain.
  
Salah satu bentuk inovasi pada aspek teknologi dapat dilakukan dengan pengembangan perusahaan dan wirausaha pemula berbasis teknologi. Namun pada prosesnya, pengembangan inovasi tersebut tidak begitu saja dapat diterapkan pada industri. Perlu pendampingan lebih lanjut yang dinamakan proses inkubasi.
  
IBT (Inkubator Bisnis Teknologi) merupakan lembaga intermediasi yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha pemula berbasis teknologi selama periode waktu tertentu. Peran IBT meliputi pendampingan dan pelayanan dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Inkubator Wirausaha dan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 24 Tahun 2015 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Inkubator Wirausaha.
  
Direktorat Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyelenggarakan Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi. 
  
Dalam sambutannya, Menristekdikti menyampaikan pentingnya mempertemukan antara inventor, inovator, dan inkubator, karena negara dapat dikatakan maju jika UMKM-nya diatas 5%, sedangkan Indonesia baru 1,6%.
  
"Ini masih jauh dari yang kita harapkan, karena itu, sesuai amanat Presiden, kita perlu menggenjot inovasi menjadi industri," ucap Menristekdikti, dilansir laman resmi Kemristekdikti.
  
Menteri Nasir juga mengungkapkan bahwa, jika perguruan tinggi memiliki riset serta membuat prototipe dan inovasi, maka perlu ada yang diterapkan pada industri. Hal tersebut tentu akan berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan proses inkubasi.
  
"Sehebat apapun penelitian, sehebat apapun inovasi, jika tidak diinkubasi ke industri akan tidak ada artinya," tutur Nasir.
  
Kedepannya, Menristekdikti berupaya akan mendorong setiap perguruan tinggi harus memiliki inkubasi bisnis. Tujuannya mengembangkan inovasi agar bisnis tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi berbasis teknologi.
  
"Perguruan tinggi tidak hanya menjual barang dari luar ke dalam kampus, itu bukan inkubasi namanya, tapi perlu inovasi yang dihasilkan oleh kampus, dan itu berbasis teknologi," ujar Menristekdikti.
  
Sampai dengan tahun 2018, Kemenristekdikti elah memperkuat kelembagaan 44 IBT, serta menumbuhkan lima IBT baru di luar Pulau Jawa yang masih kekurangan IBT.
  
"IBT ini penting dalam pengembangan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di Indonesia, maka perlu penguatan kelembagaan dalam peningkatan fungsi utamanya," ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo.
  
Pada kesempatan yang sama, Asril Syamas selaku ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyampaikan rasa apresiasi dan penghargaan atas bimbingan Kemenristekdikti, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti dalam menumbuhkan wirausaha baru.
  
Pada kesempatan tersebut Menteri Nasir memberikan penghargaan kepada tujuh IBT dalam menghasilkan perusahaan pemula terbaik.
  
Tujuh IBT tersebut adalah:
  
1. Incubie Institut Pertanian Bogor (IPB)
  
2. Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI)
  
3. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (LPPM UNY)
  
4. Skystar Venture Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
  
5. Inkubator Wirausaha Inovasi Jawa Tengah (Inwinov Jateng)
  
6. Maleo Techno Centre
Berita Terkini
MPR Dorong Mahasiswa Bisa Ciptakan Lahan Usaha Baru
Kamis, 13 Desember 2018 16:30 Wib • unpi/okezone
Siswa Indonesia Pengguna Teknologi Tertinggi di Dunia
Kamis, 13 Desember 2018 14:30 Wib • unpi/okezone
Buruh di China akan Didenda jika Berjalan Kaki Kurang dari 180.000 Langkah
Kamis, 13 Desember 2018 13:42 Wib • Unpi/Chinadaily
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
KPU Cianjur Mencatat Angka Partisipasi Pilgub Jabar Meningkat
unpi/antara • Senin, 20 Agustus 2018 09:07 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
BSSN: Serangan Siber Terus Meningkat Jelang Pemilu
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 15:30 Wib
Memahami Permasalahan Gunung
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 13:30 Wib
5 tahun lagi, Seluruh Desa di Jawa Barat jadi Desa Digital
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 14:31 Wib
Sosial +
Buruh di China akan Didenda jika Berjalan Kaki Kurang dari 180.000 Langkah
Unpi/Chinadaily • Senin, 20 Agustus 2018 13:42 Wib
9 November Ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional
unpi/kemkominfo • Senin, 20 Agustus 2018 10:56 Wib
Indonesia Miliki 1.734 Desa Wisata
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Pendidikan +
MPR Dorong Mahasiswa Bisa Ciptakan Lahan Usaha Baru
unpi/okezone • Senin, 20 Agustus 2018 16:30 Wib
Siswa Indonesia Pengguna Teknologi Tertinggi di Dunia
unpi/okezone • Senin, 20 Agustus 2018 14:30 Wib
Profesi Akuntan Harus Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0
unpi/kemristekdikti • Senin, 20 Agustus 2018 12:30 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris