UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Jumlah Pecandu Game Online di Indonesia Diduga Tertinggi di Asia
Jumlah Pecandu Game Online di Indonesia Diduga Tertinggi di Asia
unpi/okezone • Senin, 17 Juni 2019 14:30 Wib
Jumlah Pecandu Game Online di Indonesia Diduga Tertinggi di Asia
Sumber Foto : apptractor.ru
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Kecanduan game online di kalangan anak dan remaja di Indonesia mungkin masih fenomena baru, dan belum dianggap sebagai masalah serius. Namun jumlahnya semakin meningkat dan dampaknya terhadap kondisi fisik dan psikologis mereka tidak bisa diremehkan.
 
"Misalnya ada orang tua yang datang kemari karena anaknya sudah mau di-DO (Drop Out) dari universitasnya di Purwokerto. Anak kecanduan game online, jam 1, 2 pagi masih online. Gak mau mandi, sampai pispot dibawa masuk ke kamar karena gak mau ke kamar mandi, dia gak mau meninggalkan game-nya, jadi dibawa kemari," kata Dr Kristiana Siste Kurniasanti, dikutip dari ABC.net.
 
Dokter yang biasa dipanggil Dr Siste ini adalah seorang pakar adiksi yang juga Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
 
Sekarang dokter tersebut mengatakan bahwa pemerintah Indonesia perlu memiliki kebijakan nasional untuk mengantisipasi dampak adiksi game online demi melindungi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
 
Prevalensi kecanduan game online di Tanah Air diduga lebih tinggi dari sejumlah negara maju di Asia.
 
RSCM sejak tahun 2018 telah membuka klinik khusus adiksi perilaku, dan sampai sekarang sudah merawat puluhan pasien anak, remaja, dan dewasa dari berbagai daerah.
 
Para pasien itu umumnya mengalami hendaya atau disfungsi serius akibat kecanduannya bermain game online.
 
Selain menangani para pasien tersebut, dr Siste juga mengkhawatirkan bahwa sejauh ini kesadaran masyarakat terhadap dampak adiksi online juga masih sangat rendah.
 
"Berbeda dengan kecanduan narkoba yang dekat dengan kriminalitas, orang tua banyak yang khawatir," katanya dilansir Okezone.
 
Selain kasus seperti yang terjadi pada mahasiswa yang hampir diberhentikan dari universitasnya, dr siste mengatakan pasiennya juga ada yang sudah mendapat teguran dari kantornya karena pekerjaannya terbengkalai dan ada juga yang sampai terjerat utang ratusan juta rupiah gara-gara kecanduan ikut judi bermain game bola online.
 
Kondisi ini terjadi karena pada bagian otak pecandu game terjadi kerusakan khususnya pada area yang berfungsi untuk mengendalikan diri dan perilakunya.
 
"Pada kasus adiksi ada bagian dari otak pecandu yang rusak, yakni area yang namanya pre-frontal cortex, dimana ketika dilakukan pencitraan otak, di daerah itu didapati rusak, ketimbang mereka yang tidak kecanduan." kata Dr Siste kepada Iffah Nur Arifah dari ABC Indonesia.
 
"Area ini bertanggung jawab untuk mengendalikan diri, perilaku dan juga impuls yakni hal-hal yang dilakukan tanpa berpikir lagi. Jadi kalau bagian ini rusak dia gak bisa lagi berpikir, jadi langsung melakukan sesuatu dan perilakunya itu menimbulkan apa yang disebut neurotransmitter dopamine yang membuat dia merasa bahagia."
Berita Terkini
Lapangan Kerja Usia Produktif harus Disiapkan Pemerintah
Kamis, 14 Nopember 2019 11:15 Wib • unpi/antaranews
Indonesia Pasang Prasasti Diperbatasan Raja Ampat dan Negara Palau
Kamis, 14 Nopember 2019 10:14 Wib • unpi/antaranews
Windows 7 tak lagi Didukung Microsoft pada 2020
Rabu, 13 Nopember 2019 10:30 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Windows 7 tak lagi Didukung Microsoft pada 2020
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:30 Wib
Optimalkan AI dan IoT
unpi/kemenristek/BRIN • Selasa, 23 April 2019 12:40 Wib
Indonesia Dinilai Siap Masuki Industri 4.0
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Sosial +
Lapangan Kerja Usia Produktif harus Disiapkan Pemerintah
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:15 Wib
Indonesia Pasang Prasasti Diperbatasan Raja Ampat dan Negara Palau
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 10:14 Wib
BPIP: Penyebaran Hoaks Lemahkan Nilai Pancasila
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:50 Wib
Pendidikan +
Menristek Dorong Mahasiswa Bumikan Engineering untuk Indonesia
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:12 Wib
Menristek Dorong Dunia Usaha Kembangkan Model Bisnis Baru
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:05 Wib
Edukasi Digital Bikin Siswa Lebih Melek Ilmu
unpi/detik • Selasa, 23 April 2019 14:50 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris