UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Ragam Pemilu Canggih di Negeri Tetangga
Ragam Pemilu Canggih di Negeri Tetangga
unpi/cnnindonesia • Kamis, 18 April 2019 09:00 Wib
Ragam Pemilu Canggih di Negeri Tetangga
Sumber Foto : becausepeoplematter.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pesta demokrasi lima tahunan, Pemilu 2019, Rabu (17/4) sukses diselenggarakan secara serentak di Indonesia. Berbeda dengan di Indonesia yang menerapkan Pemilu secara manual, sejumlah negara sudah mengadopsi perkembangan teknologi.
 
Beberapa negara maju mulai menerapkan bantuan teknologi untuk menentukan hasil pemilihan dengan lebih cepat. Voting elektronik (e-vote) umumnya diadopsi untuk menentukan pemilihan suara dalam skala besar dengan dimediasi komputer, seperti dilansir CNNIndonesia.
 
Pemberi suara bisa menyalurkan pilihan dengan lebih mudah setelah dibekali petunjuk pemilihan suara. Voting elektronik dinilai mempercepat proses pemilihan suara dengan cara memproses tahapan pemilu mulai dari pembuatan ballot yang memuat daftar nama kandidat, penyerahan ballot untuk dipilih, perekaman ballot untuk mencatat hasil perolehan suara, hingga tabulasi atau pendataan jumlah suara.
 
Mesin voting elektronik bisa melakukan empat tahapan menggunakan komputasi mesin agar lebih cepat dan akurat. Sejauh ini, setidaknya ada dua tipe voting elektronik yang diterapkan sejumlah negara yakni e-voting dan i-voting.
 
I-voting atau internet-voting dianggap lebih praktis karena bisa dilakukan dari mana saja. Hanya saja, proses i-voting memiliki keterbatasan lantaran sangat rawan terkena serangan siber.
 
Banyak negara yang menganggap i-voting tidak aman. Keresahan lain dari proses pemilihan suara ini yakni kemungkinan adanya paksaan atau jual beli suara, terutama di daerah yang kurang terkontrol. Sejauh ini sistem i-voting sudah diterapkan secara terbatas di Estonia, Swiss, Prancis, dan Filipina.
 
Tipe pemilu kedua yakni e-voting tidak mengandalkan koneksi internet, tetapi menggunakan perangkat khusus untuk mengumpulkan dan mendata suara dari masing-masing kandidat.
 
Mengutip situs Massachusets Institute of Technology Science Lab, setidaknya ada empat tipe voting elektronik yang pernah ada. Di era 1890-an, digunakan mesin dengan mekanisme tuas untuk membantu pemilih memberikan suara.
 
Di dalam mesin tersebut pemberi suara tidak bisa memberikan suara terlalu banyak. Ketika proses penyampaian suara selesai, Anda cukup menaruh pilihan. Sebuah tuas besar akan menyimpan data pilihan, sementara mesin bisa digunakan oleh pemberi suara berikutnya.
 
Mesin kedua sempat digunakan di era pemilihan presiden AS pada tahun 2000. Mesin punch-card mengharuskan pemberi suara untuk menyelipkan selembar kertas pada buku berisi daftar kandidat dan harus melubangi kertas berdasarkan kolom yang sesuai pilihan.
 
Kertas yang dilubangi berfungsi sebagai suara yang diberikan oleh pemilih. Mesin dengan konsep yang serupa dengan pengoreksi jawaban dalam ujian juga turut digunakan untuk mempermudah pendataan suara masing-masing kabinet.
 
Generasi berikutnya merupakan mesin bernama direct-recording electronic (DRE). Mesin ini awalnya muncul sebagai rupa digitalisasi dari mesin voting tuas yang digantikan dengan tombol. Seiring waktu, DRE semakin canggih hingga penghitungan mekanikal digantikan dengan data digital dan tombol digantikan dengan layar sentuh.
 
DRE tampak serupa komputer kecil yang menampilkan daftar kandidat yang bisa dipilih. Kendati dianggap mudah, DRE memunculkan beragam kontroversi seiring dengan penggunaannya sebagai instrumen tunggal pemungutan suara.
 
Proesor David Dil dari Stanford University menolak DRE sebagai instrumen pemungutan suara tanpa disertai dokumen penunjang keaslian suara. Pada akhirnya mesin ini dilengkapi dengan voter-verifiable paper audit (VVPAT) yang menjadi catatan penunjang bukti pengambilan suara.
 
Kendati menuai beragam kontroversi, kemunculan mesin-mesin ini mampu menjembatani masyarakat yang memiliki keterbatasan. Hanya di satu sisi, perlu pengawasan ketat untuk menekan kemungkinan beragam bentuk kecurangan.
Berita Terkini
Mahasiswa Memiliki Akses yang Tidak Merata ke Teknologi
Jumat, 19 Juli 2019 15:00 Wib • unpi/Sciencedaily
Menpora: ASEAN Schools Games akan Hasilkan Generasi Terbaik
Jumat, 19 Juli 2019 12:45 Wib • unpi/infopublik
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Peneliti UI Temukan Bakteri Genus Baru di Sukabumi
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 13:56 Wib
FaceAppChallenge, Saat Orang Tak Lagi Takut Jadi Tua
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 14:40 Wib
Menkominfo Dukung Milenial Kembangkan Ekosistem Gim Indonesia
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Sosial +
Menpar Pastikan Atraksi Wisata Indonesia Miliki Kualitas Terbaik
unpi/infopublik • Selasa, 23 April 2019 12:30 Wib
Lindungi Pancasila, Toleransi, dan Keberagaman
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 11:00 Wib
Pemblokiran Ponsel Black Market Tidak Berlaku Surut
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:29 Wib
Pendidikan +
Mahasiswa Memiliki Akses yang Tidak Merata ke Teknologi
unpi/Sciencedaily • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Menpora: ASEAN Schools Games akan Hasilkan Generasi Terbaik
unpi/infopublik • Selasa, 23 April 2019 12:45 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris