UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Literasi Tak Hanya Bebas Buta Aksara
Literasi Tak Hanya Bebas Buta Aksara
Unpi / kemdikbud • Jumat, 15 Februari 2019 11:03 Wib
Literasi Tak Hanya Bebas Buta Aksara
Sumber Foto : prmceam.ac.in
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Literasi tak hanya sekadar upaya suatu bangsa bebas dari buta aksara saja, lebih penting dari itu adalah upaya suatu bangsa memiliki kemampuan hidup agar mampu bersaing bahkan melampaui bangsa lain yang lebih maju untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Bangsa dengan budaya literasi tinggi akan menunjukkan kemampuan bangsa tersebut mampu memenangkan persaingan global yang semakin hari semakin besar tantangannya.
 
Tercatat pada 2015 lalu angka buta aksara di Indonesia mencapai 5,9 juta jiwa dari total penduduk sekitar 260 juta jiwa. Namun, pada 2018 angka tersebut menurun menjadi 3,3 juta jiwa yang belum melek aksara. Pemerintah menargetkan hingga 2019 akan menurunkan jumlah buta aksara di beberapa daerah kantong buta aksara.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa masyarakat Indonesia belum menjadi masyarakat pembelajar yang salah satunya karena kita belum menjadi masyarakat membaca. "Minat membaca sebenarnya sudah ada, sehingga hanya diperlukan untuk terus menumbuhkannya melalui berbagai upaya" tuturnya dilansir laman resmi kemdikbud.
 
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, mengamanatkan adanya penguatan sistem perbukuan yang menghasilkan buku bermutu, murah, dan merata serta menumbuhkembangkan budaya literasi di masyarakat. Menurut undang-undang tersebut, literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
 
Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati dalam World Economic Forum pada 2015 sangat penting dimiliki oleh generasi penerus bangsa saat ini, tidak hanya bagi peserta didik tetapi juga bagi orang tua dan seluruh elemen masyarakat. Enam literasi tersebut meliputi literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.
 
Keluarga dalam hal ini orang tua mempunyai peranan yang sangat besar dalam mengenalkan literasi sejak usia dini. Orang tua bukan hanya wajib mengajarkan anak untuk membaca dan menulis, tetapi juga mendorong anak untuk menjadi rajin dan gemar membaca serta mempraktikan hal positi yang didapatnya dalam kehidupan bermasyarakat.
 
Melihat arus informasi di dunia digital yang saat ini semakin tidak dapat dibendung bahkan mampu memicu perubahan perilaku masyarakat di bidang komunikasi, bisnis, dan pendidikan, maka generasi saat ini perlu dibekali kemampuan literasi digital. Hal itu agar generasi mendatang mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Selain itu, mereka juga akan lebih lancar dalam berkomunikasi dan lebih mampu memecahkan masalah serta lebih mampu berkolaborasi dengan banyak orang.
 
Gerakan literasi perlu terus diperkuat, bukan hanya melalui kegiatan-kegiatan khusus yang sifatnya sementara tetapi juga dilaksanakan berkesinambungan terutama dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan. Sekolah harus terus mendorong anak-anak untuk cinta membaca dan masyarakat pun menumbuhkan taman-taman bacaan di berbagai daerah. Namun, semua itu harus tetap memperhatikan materi-materi bacaan yang disajikan sesuai dengan umur dan kebutuhan masyarakat. "Kita harapkan kemampuan literasi penduduk Indonesia meningkat signifikan," katanya.
Berita Terkini
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
Sabtu, 23 Maret 2019 09:21 Wib • unpi
Bijaklah Menggunakan Fintech
Jumat, 22 Maret 2019 12:56 Wib • unpi/infopublik
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
KPK Buka Call Center 198
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 14:20 Wib
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
unpi • Senin, 20 Agustus 2018 09:21 Wib
Microsoft Windows 7 Tamat Tahun Depan?
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:58 Wib
Kenapa Software Bajakan Sulit Diberantas
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:41 Wib
Sosial +
Bijaklah Menggunakan Fintech
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 12:56 Wib
Bangun Industri Skala Besar, Siapkan Lapangan Kerja untuk Generasi Muda
unpi/kemkominfo • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Sepanjang 2018, Kemkominfo Blokir 961.456 Akun
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 15:10 Wib
Pendidikan +
8,3 Juta Peserta Siap Ikuti UN , 91% Berbasis Komputer
unpi/jpp • Senin, 20 Agustus 2018 08:58 Wib
Perguruan Tinggi Berperan Dalam Pengembangan Arsip
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 11:09 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris