UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Cara Kecerdasan Buatan Saring Pegawai
Cara Kecerdasan Buatan Saring Pegawai
unpi/cnnindonesia • Rabu, 09 Januari 2019 12:20 Wib
Cara Kecerdasan Buatan Saring Pegawai
Sumber Foto : radio.gov.pk
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Artificial Intellegence (AI) alias kecerdasan buatan telah dikembangkan untuk berbagai bidang tak terkecuali perekrutan pegawai. Berdasarkan hasil riset Ideal, perusahaan teknologi di bidang perekrutan, kehadiran AI pada software rekrutmen dapat mengurangi biaya per rekrutmen hingga 75 persen dan menurunkan pergantian karyawan sebanyak 35 persen. 
 
IDC memperkirakan nilai pasar AI di berbagai lini industri akan mencapai US$47 miliar (Rp2 kuadriliun; kurs Rp14,101.05) pada 2020. Untuk bidang perekrutan pegawai, terdapat tiga hal dimana AI bisa membantu proses penyaringan pegawai jadi lebih transparan dan cepat. 
 
1. Mengurangi bias
Bias para perekrut ketika melakukan penyaringan tenaga kerja bisa terjadi akibat kecenderungan manusia untuk melakukan stereotip dan membuat pilihan berdasarkan gender dan etnis misalnya. 
 
AI bisa membantu melakukan penyaringan tanpa melihat latar belakang pelamar, seperti yang dilakukan Google pada 2015. Mereka menggunakan perangkat perekrutan internal yang dinamakan qDroid. Pelamar akan diberi pertanyaan yang lebih terkait dengan pekerjaan yang akan dilakukan. 
 
Textio juga mengandalkan AI untuk membuat bahasa yang digunakan saat membuka rekrutmen pegawai bisa diterima oleh semua kalangan, seperti dilaporkan Inc. 
 
2. Efisiensi penyaringan kandidat
Penyaringan kandidat menjadi sumbatan (bottleneck) dalam proses perekrutan, sebab proses ini menjadi bagian paling menantang dan memakan waktu dari proses penerimaan pegawai. Hal ini diungkap oleh 52 persen perekrut tenaga kerja, seperti diungkap Ideal, perusahaan teknologi di bidang perekrutan. Biasanya sekitar 88 persen lamaran yang dikirim tidak ternyata tidak memenuhi syarat.
 
Kecerdasan buatan akan mempelajari syarat kebutuhan pekerja dan bisa menyaring kandidat berdasarkan pola perekrutan sebelumnya. AI juga bisa digunakan menyeleksi berdasarkan profil media sosial seseorang. Data ini digabung dengan pengalaman, kemampuan, dan kualifikasi lain lantas digunakan untuk menyeleksi, menilai, dan mengurutkan kandidat berdasarkan rangking tertentu. 
 
"Fitur AI ini akan memperpendek proses perekrutan yang memakan waktu berbulan-bulan menjadi menjadi hanya beberapa menit," jelas Nitesh Chellaram, Co-founder Talent Search Recruitment, seperti dikutip dalam siaran pers yang dilansir CNNIndonesia.
 
Perusahaan teknologi yang tengah mengembangkan platform perekrutan berbasis kecerdasan buatan di Indonesia itu menyebut sistem kecerdasan buatan juga akan sangat membantu untuk mengurangi waktu antara proses penyaringan dan pemilihan kandidat, sehingga perusahaan bisa dengan segera mengajukan penawaran pekerjaan pada kandidat yang diinginkan.
 
3. Efisiensi komunikasi dengan pegawai
Kecerdasan buatan bisa membantu bagian kepegawaian untuk menjawab otomatis pertanyaan karyawan yang repetitif, seperti yang dilakukan oleh perusahaan AI x.ai yang meluncurkan asisten pribadi virtual yang bisa melakukan penjadwalan pertemuan secara otomatis.
Berita Terkini
Kurangi Penggunaan Plastik yang Membahayakan Lingkungan
Kamis, 17 Januari 2019 14:00 Wib • unpi/infopublik
Psikolog Pendidikan di Indonesia Kehilangan Jiwa
Kamis, 17 Januari 2019 12:32 Wib • unpi/republika
BMKG: Indonesia Masuk Puncak Musim Hujan, Waspadai Bencana
Kamis, 17 Januari 2019 11:00 Wib • unpi/republika
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
KPK Buka Call Center 198
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 14:20 Wib
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Punya Beberapa Akun Media Sosial? Waspada Peningkatan Kecemasan Hingga Depresi
unpi/nationalgeographic • Senin, 20 Agustus 2018 13:22 Wib
21 Januari, Indonesia Diterangi Cahaya Supermoon
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 12:20 Wib
Lima Daerah di Indonesia
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 09:05 Wib
Sosial +
Kurangi Penggunaan Plastik yang Membahayakan Lingkungan
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 14:00 Wib
BMKG: Indonesia Masuk Puncak Musim Hujan, Waspadai Bencana
unpi/republika • Senin, 20 Agustus 2018 11:00 Wib
Cara Bermain Saham Online Bagi Pemula
unpi/indonesia.go.id • Senin, 20 Agustus 2018 12:00 Wib
Pendidikan +
Psikolog Pendidikan di Indonesia Kehilangan Jiwa
unpi/republika • Senin, 20 Agustus 2018 12:32 Wib
Kampus Harus Berkoordinasi dengan Industri Soal Riset
unpi/republika • Senin, 20 Agustus 2018 10:05 Wib
Mendikbud Ubah Pola Penerimaan Peserta Didik Baru
unpi/jpp • Senin, 20 Agustus 2018 09:01 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris