UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
AI Berperan Krusial di Era Digitalisasi 2019
AI Berperan Krusial di Era Digitalisasi 2019
unpi/cnnindonesia • Rabu, 02 Januari 2019 10:13 Wib
AI Berperan Krusial di Era Digitalisasi 2019
Sumber Foto : copperberg.com
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Digitalisasi diprediksi akan terus menyelimuti pada tahun 2019. Banyak teknologi yang akan berkembang dan akan muncul berbagai teknologi yang akan membawa perubahan dalam segala aspek di kehidupan.
 
Berbagai teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), virtual reality (VR), 5G, dan otomasi diperkirakan akan menjadi tren digital pada 2019. Berikut beberapa tren digital pada 2019.
 
Penggunaan asisten virtual diperkirakan akan meningkat pada tahun 2019 dan sepertinya akan terus meningkat hingga 2021. Berdasarkan data survei Erricson dengan responden berjumlah 34 juta orang, 60 persen responden percaya asisten virtual di perangkat akan bisa memahami suasana hati mereka.
 
Saat ini asisten virtual dipercaya untuk memutar musik, melakukan panggilan telepon, hingga melakukan pencarian di mesin pencarian. Penggunaan asisten virtual akan juga dipercaya akan menjadi mainstream pada tahun 2021.
 
Asisten Virtual juga diperkirakan bisa memberikan opini atau perdebatan kepada pengguna perangkat. Bahkan dalam urusan keluarga atau rumah tangga, asisten virtual bisa memberikan argumentasi dan memberikan perdebatan selayaknya anggota keluarga.
 
Ke depannya diperkirakan akan muncul aplikasi yang bisa mematai pengguna. Belakangan tidak aneh ketika suatu aplikasi bisa membaca kamera, galeri, pesan singkat, hingga panggilan telepon pengguna tanpa sepengetahuan pengguna.
 
Bahkan toko resmi Google Play juga terdapat gim-gim yang berisi malware. Bahkan gim-gim ini sudah diunduh oleh lebih dari 580 ribu kali. Malware diduga bisa mencuri data-data pribadi.
 
47 persen responden percaya bahwa aplikasi yang mereka gunakan senantiasa mengumpulkan data tentang mereka bahkan saat mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut, dilansir CNNIndonesia.
 
Seperti yang kita ketahui, banyak aplikasi yang memaksa pengguna yang seolah memaksa pengguna untuk menyetujui syarat-syarat yang sepertinya harus dilakukan oleh pengguna. Misalnya saja aplikasi fintech lending yang meminta 'izin' kepada pengguna untuk mengakses isi pesan singkat padahal sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
 
Kemudian semakin banyak situs web yang mengharuskan pengguna untuk mengizinkan 'cookies' sebagai syarat agar bisa masuk ke situs web.
 
Kehadiran cookies yang bertugas mengumpulkan data dianggap mengganggu oleh 51 persen responden. Hal-hal seperti ini akan menciptakan rasa tidak percaya.
 
Penggunaan internet untuk meningkatkan kemampuan dirasa akan menjadi tren pada tahun 2019.  Misalnya saja saat ini sudah banyak aplikasi untuk pelajaran seperti Ruangguru.com atau video-video di Youtube yang memberikan tips-tips.
 
Ke depannya 50 persen responden menginginkan agar AR dan VR juga diimplementasikan untuk meningkatkan hal-hal tersebut. Responden menginginkan aplikasi dan kacamata menginginkan teknologi AR yang bisa memberikan pelajaran misalnya untuk memasak hingga memperbaiki sesuatu.
 
Pengguna asisten virtual juga menginginkan seluruh kemudahan dalam pembayaran tagihan. Orang-orang semakin memiliki permintaan untuk proses otomasi dalam berbagai proses yang rumit dan membosankan, misalnya antre ketika membeli keperluan bulanan.
 
49 persen responden menginginkan pengisian ulang barang-barang kebutuhan rumah tangga secara otomatis. Kemudian asisten virtual diprediksi juga akan menangani seluruh keuangan atau transaksi digital manusia. Misalnya pembayaran listrik, air, internet hingga pembayaran.
 
AI dipercaya akan menjadi konsultan medis manusia. 43 persen responden menginginkan asisten virtual memutuskan kapan mereka harus mengunjungi dokter, dokter gigi, atau ke salon. AI juga diharapkan bisa memprediksi penyakit yang akan dialami oleh manusia sebelum manusia tersebut mengalaminya.
 
Penggunaan AR dan VR juga bisa menciptakan kembaran digital agar seseorang bisa hadir di dua tempat sekaligus. Teknologi ini akan dengan sempurna menyalin wajah dan tubuh. Kemudian seseorang bisa hadir di tempat berbeda dengan waktu yang bersamaan secara holografik.
 
5G diprediksi akan memiliki dampak besar dalam infrastruktur internet. 5G adalah salah satu komponen utama untuk menerapkan industri 4.0 dan kota pintar yang terkoneksi dengan Internet of Things (IoT).
 
Artinya 5G tidak hanya sekedar digunakan untuk streaming, chat, atau melakukan pencarian di mesin pencari. 5G memiliki peran besar agar mobil otonom, mengontrol lampu, hingga TV yang tersambung ke IoT.
 
Erricson memperkirakan 5G diperkirakan akan menjangkau lebih dari 40 persen populasi global dan jumlah langganan akan mencapai 1,5 miliar sehingga mobile broadband meningkat pada akhir tahun 2024.
 
Nilai daripada data akan menjadi pusat dari nilai alam semesta. Data akan membentuk transformasi digital dan menjadi sumber aliran  dan menjadi sumber aliran pendapatan baru yang akan melampaui arus pendapatan tradisional.
 
Ini akan menyebabkan perubahan dalam arsitektur informasi, di mana dengan kebutuhan menetapkan rich data untuk mulai mendorong investasi TI.
Berita Terkini
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
Sabtu, 23 Maret 2019 09:21 Wib • unpi
Bijaklah Menggunakan Fintech
Jumat, 22 Maret 2019 12:56 Wib • unpi/infopublik
Berita Populer
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Pro-Kontra Gerakan Anti Hoax
Rabu, 01 Februari 2017 14:42 Wib • glg/antara
Olahraga +
Sukses Asian Games tak Semata Perolehan Medali
unpi/antara • Jumat, 24 Agustus 2018 13:00 Wib
Sejarah Asian Games
unpi/asiangames2018 • Jumat, 24 Agustus 2018 10:00 Wib
Asian Games Jadi Momen Penting Perdamaian Korea
unpi/kominfo • Senin, 20 Agustus 2018 15:07 Wib
Politik dan Hukum +
KPK Buka Call Center 198
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 14:20 Wib
Remaja 14 Tahun Calonkan Diri Jadi Gubernur AS
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 15:00 Wib
Mahkamah Agung: Indonesia Kekurangan 4.000 Hakim
unpi/cnnindonesia • Senin, 20 Agustus 2018 10:20 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Cianjur Rescue UNPI Juara 2 FIT COMPETITION USKW 2019
unpi • Senin, 20 Agustus 2018 09:21 Wib
Microsoft Windows 7 Tamat Tahun Depan?
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:58 Wib
Kenapa Software Bajakan Sulit Diberantas
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 13:41 Wib
Sosial +
Bijaklah Menggunakan Fintech
unpi/infopublik • Senin, 20 Agustus 2018 12:56 Wib
Bangun Industri Skala Besar, Siapkan Lapangan Kerja untuk Generasi Muda
unpi/kemkominfo • Senin, 20 Agustus 2018 10:00 Wib
Sepanjang 2018, Kemkominfo Blokir 961.456 Akun
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 15:10 Wib
Pendidikan +
8,3 Juta Peserta Siap Ikuti UN , 91% Berbasis Komputer
unpi/jpp • Senin, 20 Agustus 2018 08:58 Wib
Perguruan Tinggi Berperan Dalam Pengembangan Arsip
unpi/antaranews • Senin, 20 Agustus 2018 11:09 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris